INTERNASIONAL

Kemenag dan AD Thailand Perkuat Kerja Sama Moderasi Beragama

MONITOR, Jakarta – Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., menerima kunjungan delegasi resmi dari Angkatan Darat Kerajaan Thailand yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Chakrit Ucharattana, Wakil Panglima Wilayah Angkatan Darat ke-4, dalam pertemuan di ruang rapat Direktorat PTKI pada, Selasa (3/3/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari inisiatif Kantor Atase Pertahanan Kerajaan Thailand di Kedutaan Besar Thailand di Jakarta untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Kementerian Agama RI. Delegasi Thailand, yang mewakili Komando Operasi Keamanan Internal (ISOC), menyampaikan apresiasi atas pengalaman Indonesia dalam mengelola keragaman agama dan mempromosikan Islam moderat.

Dalam pertemuan tersebut, Mayor Jenderal Chakrit Ucharattana mengungkapkan ketertarikan kuat Thailand untuk belajar dari sistem pendidikan dan keagamaan Indonesia yang dinilai sukses menyatukan agama dan persatuan nasional. Ia menekankan bahwa Indonesia dipandang sebagai contoh utama negara berpenduduk mayoritas Muslim yang menjunjung tinggi moderasi dan hidup berdampingan secara damai di tengah masyarakat yang beragam.

“Kami ingin belajar dari Indonesia, khususnya terkait moderasi beragama. Indonesia telah membuktikan bahwa agama dan persatuan nasional dapat berjalan beriringan,” ujarnya.

Mayor Jenderal tersebut juga menyoroti tantangan yang ada di Thailand Selatan saat ini, di mana terdapat kesalahpahaman terhadap ajaran Islam yang memicu isu keamanan yang sensitif. Ia mencatat bahwa beberapa insiden kekerasan di pondok pesantren dilakukan atas nama jihad, yang mana hal tersebut bertentangan dengan nilai-nilai asli Islam.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua kelompok utama warga negara Thailand yang terhubung dengan Indonesia: para alumni lulusan institusi Indonesia dan sekitar 3.000 mahasiswa Thailand yang sedang menempuh studi di Indonesia. Pihak Thailand menyatakan kesiapannya untuk membekali kelompok-kelompok ini dengan pemahaman moderasi beragama yang komprehensif, sehingga mereka dapat berkontribusi positif dalam mengatasi isu-isu keagamaan yang sensitif di Thailand.

Terkait hal ini, delegasi Thailand mengusulkan adanya koordinasi dengan Kedutaan Besar Thailand di Jakarta untuk merealisasikan program terstruktur yang berfokus pada moderasi beragama dan pengembangan kapasitas.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., menjelaskan bahwa Indonesia secara resmi mengakui enam agama, dengan umat Muslim mencakup sekitar 85 persen populasi. Semua agama terdaftar dan dilindungi di bawah ideologi negara Pancasila, yang menjadi prinsip dasar dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.

Prof. Sahiron memperkenalkan program unggulan kementerian, yaitu Moderasi Beragama, yang bertujuan untuk menanamkan pemahaman agama yang seimbang dan inklusif di seluruh lapisan masyarakat. Ia menekankan bahwa program ini mendorong rasa saling menghormati, mencegah ekstremisme, dan memperkuat persatuan nasional.

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Agama telah menyebarkan konsep moderasi beragama melalui program Training of Trainers (ToT), pengembangan kurikulum, dan seminar akademik. Para pelatih didorong untuk mengontekstualisasikan dan menjelaskan ajaran agama secara moderat dan relevan dengan zaman. Menurutnya, program ini telah menunjukkan keberhasilan yang signifikan dalam mencegah konflik agama dan memupuk harmoni sosial.

Prof. Sahiron juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk berbagi informasi dan praktik terbaik mengenai moderasi beragama serta keharmonisan antarumat beragama kepada mahasiswa Thailand, baik yang sedang belajar di Indonesia maupun yang berada di Thailand. Ia mengusulkan koordinasi lebih lanjut untuk merancang seminar kolaboratif, pertukaran kurikulum, dan inisiatif bersama.

“Di saat banyak orang di seluruh dunia menderita akibat kesalahpahaman dan ekstremisme, moderasi beragama menjadi hal yang sangat penting,” tuturnya. “Melalui moderasi, kita belajar untuk saling menghormati, melindungi bangsa kita—baik Indonesia maupun Thailand—dan hidup berdampingan dengan damai.”

Pertemuan ini menandai langkah penting menuju peningkatan kerja sama Indonesia–Thailand dalam mempromosikan Islam moderat, memperkuat ikatan pendidikan, serta berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas kawasan.

Recent Posts

Mahasiswa KKN FIKOM Universitas Pancasila Gelar Pelatihan Digital Marketing, Perkuat Daya Saing UMKM Desa Tonjong

MONITOR, Bogor – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 2 Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas…

9 jam yang lalu

SETARA Institute Kritik Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak

MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Pers Hendardi, mengkritik pelibatan Bintara Pembina Desa…

10 jam yang lalu

Nanik S Deyang Mundur, Ketua DPR Dorong Kepala BGN Baru Bisa Perbaiki Kinerja Lembaga

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi mundurnya Nanik S. Deyang dari jabatannya…

12 jam yang lalu

Kemenag Perkuat Perlindungan Anak di Lingkungan Pendidikan Keagamaan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan keagamaan melalui…

12 jam yang lalu

Danantara Indonesia Tinjau Transformasi Layanan Jasa Marga

MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono mendampingi Kepala…

13 jam yang lalu

HKTI Lumajang dan Disperindag Jatim Perkuat Jalur Ekspor, Tinjau Langsung Rantai Pasok Produk Pertanian di Hong Kong

MONITOR, Hong Kong – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang bersama Dinas Perindustrian dan…

13 jam yang lalu