NASIONAL

Kemenperin dan IKEA Kolaborasi Dorong IKM Naik Kelas

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan daya saing dan perluasan akses pasar industri kecil dan menengah (IKM) melalui kolaborasi strategis dengan PT Rumah Mebel Nusantara (IKEA Indonesia) dalam program Teras Indonesia. Meski belum genap satu tahun berjalan, kolaborasi ini telah berhasil menjaring ratusan IKM yang lolos kurasi dan berkesempatan memasarkan produknya sebagai tenant di sejumlah gerai IKEA di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, program Teras Indonesia merupakan bentuk kemitraan strategis yang memberikan dampak nyata bagi penguatan branding produk lokal IKM.

“Teras Indonesia merupakan kerja sama kemitraan strategis yang sangat diminati oleh banyak IKM. Capaian program ini cukup membanggakan karena Kemenperin terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi guna mengangkat jenama produk lokal IKM agar dapat masuk ke ekosistem pasar industri yang lebih luas,” ujar Menperin dalam keterangannya, Jumat (30/1).

Kerja sama Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) dengan IKEA Indonesia diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman pada 2 Desember 2024. Implementasi program mulai berjalan pada 3 Maret 2025 dengan terpilihnya tujuh IKM binaan Ditjen IKMA untuk memamerkan dan menjual produknya di toko IKEA Indonesia selama satu bulan.

Selain memperoleh fasilitas booth secara gratis di area Teras IKEA, IKM terpilih juga mendapatkan eksposur yang lebih luas karena produknya dipajang di ritel furnitur global yang memiliki basis pelanggan generasi muda dan adaptif terhadap tren.

Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 118 IKM lolos kurasi Teras IKEA, dengan 98 IKM di antaranya telah mengisi booth Teras IKEA yang tersebar di tujuh cabang toko IKEA Indonesia. Adapun gerai IKEA yang menyediakan ruang pamer produk IKM meliputi IKEA Alam Sutera, IKEA Sentul City, IKEA Mal Taman Anggrek, IKEA Jakarta Garden City, IKEA Kota Baru Parahyangan Bandung, IKEA Ciputra Surabaya (batch tertentu), dan IKEA Bali.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengungkapkan, para peserta Teras IKEA mencatatkan capaian penjualan yang cukup menggembirakan. “Dalam program ini, IKM menyiapkan tenaga penjualan secara mandiri. IKEA tidak memberlakukan potongan pendapatan maupun memungut biaya apa pun, sehingga seluruh hasil transaksi menjadi milik IKM. Selain itu, IKM juga mendapatkan pembekalan dan pelatihan agar produknya semakin menarik untuk dipasarkan,” jelas Reni.

Berdasarkan laporan transaksi dari IKM peserta Teras IKEA selama tahun 2025, nilai penjualan tercatat mencapai Rp936,99 juta. Kontribusi transaksi terbesar berasal dari peserta Teras Indonesia IKEA Alam Sutera, Tangerang.

Lebih lanjut, Reni menyampaikan bahwa pada tahun 2026 program Teras IKEA akan kembali dilanjutkan dengan proses kurasi yang saat ini tengah berlangsung sebagai upaya berkelanjutan dalam memperluas akses pasar bagi IKM. Program ini direncanakan berjalan sepanjang tahun 2026 dengan pendaftaran yang dibuka setiap triwulan. “Nantinya, pameran akan dilaksanakan selama satu bulan pada setiap batch,” tutur Reni.

Sementara itu, Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menambahkan, banyak IKM merasakan manfaat signifikan dari program ini, baik dari sisi perluasan pasar maupun peningkatan kualitas tampilan produk.

Selain membuka peluang pasar yang lebih luas, peserta Teras Indonesia juga mendapatkan pelatihan terkait pemanfaatan ruang pamer, tata letak produk, penentuan tema warna display, pengemasan, hingga penyusunan narasi cerita (storytelling) produk dan katalog.

“IKM memperoleh banyak perspektif baru dalam mengombinasikan berbagai elemen untuk meningkatkan nilai jual jenama, sehingga produknya semakin siap naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas,” ujar Budi.

Salah satu peserta, Liza Lestari dari IKM Kallama Art yang memproduksi aksesori berbahan tembaga dan bebatuan, menilai program Teras IKEA membuka peluang besar bagi IKM untuk masuk ke ekosistem industri yang lebih luas.

“Produk kami menjadi lebih dikenal. Hal ini memotivasi kami untuk terus berkembang, tidak hanya di ritel, tetapi juga berpeluang mengikuti pameran di hotel dan berbagai kanal lainnya,” ungkap Liza.

Recent Posts

100.000 Jemaah Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Wujud Syukur atas Kemerdekaan Indonesia

MONITOR, Jakarta - Suasana khidmat menyelimuti kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu malam, 1…

18 jam yang lalu

Wamenaker Tekankan Penguatan Kompetensi dan Kemampuan Bahasa untuk Perluas Peluang Kerja

MONITOR, Yogyakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya penguatan kompetensi dan kemampuan…

2 hari yang lalu

AAWC 2026, Prof Rokhmin dorong Kerja Sama Asia-Pasifik Perkuat Ketahanan Air dan Adaptasi Perubahan Iklim

MONITOR, Vientiane, Laos – Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan RI…

2 hari yang lalu

Tegas, Kemenhaj Ancam Cabut Izin Hingga Pidanakan Travel Nakal Penelantar Jemaah

MONITOR, Medan - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk melindungi para…

2 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perluas Pasar Pengusaha Kopi Terdampak Bencana Lewat ICX Medan

MONITOR, Medan – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat upaya pemulihan ekonomi…

2 hari yang lalu

Waka Komisi IX DPR Soal Putusan MK: MBG Harus Terus Berkelanjutan Demi Investasi SDM Unggul RI

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi…

3 hari yang lalu