HUMANIORA

Belajar dari Nursyahwa, Hafizhah 30 Juz Disabilitas Netra Peserta MTQ Nasional, Dekat dengan Al-Qur’an Sejak Usia 7 Tahun

MONITOR – Bagi Nursyahwa Syakila, Al-Qur’an bukan sekadar bacaan. Sejak usia 7 tahun, ayat-ayat Al-Qur’an telah menjadi bagian dari kesehariannya. Dengan mengandalkan metode audio, perempuan asal DKI Jakarta itu belajar membaca, menghafal, sekaligus membangun kedekatan dengan Al-Qur’an.

Kini, Nursyahwa tampil sebagai peserta cabang Seni Baca Al-Qur’an (Tilawah) Golongan Disabilitas Netra Putra dan Putri pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah.

Saat ditemui di venue MTQ Nasional XXXI Semarang, Rabu (16/9/2026), Nursyahwa mengenang peran orang tuanya dalam mendampingi perjalanan bersama Al-Qur’an sejak usia belia. Pendengaran yang baik dan daya ingat yang kuat menjadi dua kemampuan yang dimanfaatkan orang tuanya untuk mendukung proses belajar melalui metode audio.

“Alhamdulillah, saya memiliki dua kelebihan, yaitu pendengaran yang baik dan daya ingat yang kuat. Kedua kelebihan itu dimanfaatkan oleh orang tua saya dengan memperdengarkan Al-Qur’an melalui metode audio,” ujar Nursyahwa.

Perjalanan menghafal Al-Qur’an ia jalani sedikit demi sedikit. Setiap hari, ia berusaha menyelesaikan hafalan. Konsistensi itu akhirnya mengantarkan Nursyahwa menyelesaikan hafalan 30 juz dalam waktu 3 tahun 8 bulan.

“Perjuangan saya ketika awal mulai menghafal Al-Qur’an, setiap hari saya menghafal satu juz pada juz yang sedang saya pelajari. Alhamdulillah, dalam jangka waktu 3 tahun 8 bulan, saya menyelesaikan hafalan 30 juz,” tuturnya.

Hafalan tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Nursyahwa bersama Al-Qur’an. Ia pun bersyukur ketika mendapat kesempatan menjadi bagian dari MTQ Nasional XXXI. “Alhamdulillah, saya juga tidak menyangka saya bisa mengikuti MTQ Nasional yang ke-31 ini. Semua ini karena Allah,” katanya.

Bagi Nursyahwa, perjalanan bersama Al-Qur’an bukan tentang seberapa cepat seseorang menyelesaikan hafalan. Yang terpenting adalah terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an dan tidak berhenti belajar.

“Jangan pernah lelah dalam membersamai Al-Qur’an. Jika kita ingin mencapai kesuksesan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, dekatkan Al-Qur’an dalam hati kita. Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat sejati,” pesannya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya bagian dari kehidupan. “Cintai Al-Qur’an dan jangan pernah meninggalkan Al-Qur’an, karena Al-Qur’an yang akan menyelamatkan dan menolong kita di hari kiamat,” ucapnya.

Nursyahwa kemudian mengutip sabda Rasulullah saw. “Bacalah Al-Qur’an karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang istiqamah membersamai Al-Qur’an,” pungkas Nursyahwa.

Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an, Rijal Ahmad Rangkuty, mengatakan, keikutsertaan peserta disabilitas netra dalam MTQ Nasional menjadi bagian penting dalam memberikan ruang yang setara bagi seluruh peserta untuk mengembangkan kemampuan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

“MTQ Nasional tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat tumbuh dan berkembang pada siapa saja. Kehadiran peserta disabilitas netra menunjukkan semangat dan kesempatan yang terbuka bagi seluruh masyarakat untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujar Rijal.

Menurutnya, kisah para peserta seperti Nursyahwa juga menjadi pengingat bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk terus belajar, berprestasi, dan membangun kedekatan dengan Al-Qur’an.

“Semangat para peserta perlu menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Recent Posts

Kementan Percepat Penyerapan Telur, Peternak Mikro dan Kecil Jadi Prioritas

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penyerapan telur ayam ras senilai Rp30 miliar melalui…

3 jam yang lalu

Kementerian UMKM Salurkan Bantuan Alat Produksi untuk Pulihkan Usaha Pascabencana di Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mengupayakan pemulihan aktivitas usaha…

4 jam yang lalu

Dari Ketahanan Keluarga hingga Kompetensi Digital, Ini Tiga Tantangan Strategis Penghulu

MONITOR, Tangerang Selatan - Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian…

6 jam yang lalu

Desak Kasus Penyadapan Ilegal Diusut Tuntas, MUI Ingatkan Larangan Tajassus dalam Islam

MONITOR, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan…

7 jam yang lalu

Grand Opening, ROPI di RS Kartini Rangkasbitung Hadirkan Fasilitas Baru bagi Pasien dan Pengunjung

MONITOR, Rangkasbitung - Outlet ROPI (Roti dan Kopi) yang berlokasi di RS Kartini Rangkasbitung resmi…

8 jam yang lalu

QUTB GLOBAL Apresiasi Doa Lintas Agama di Konser Andrea Bocelli: Perbedaan Adalah Kekuatan Bangsa

MONITOR, Jakarta - Doa lintas agama dalam pembukaan konser Andrea Bocelli di JIExpo, Jakarta, dinilai…

1 hari yang lalu