PEMERINTAHAN

Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Jangan ke Bandara Sebelum Jadwal Pasti

MONITOR, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau jemaah umrah yang belum berangkat ke Tanah Suci agar tidak langsung menuju bandara sebelum memperoleh kepastian jadwal penerbangan dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Imbauan tersebut disampaikan menyusul pentingnya kepastian informasi penerbangan agar jemaah tidak mengalami kebingungan atau tiba di bandara ketika jadwal penerbangan belum mendapatkan kepastian.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, meminta jemaah tetap tenang dan menjadikan PPIU sebagai sumber utama informasi terkait jadwal maupun teknis keberangkatan.

“Jemaah kami minta tetap tenang. Bagi yang belum berangkat, terus berkoordinasi dengan PPIU masing-masing dan memantau perkembangan penerbangan. Jangan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi,” kata Puji di Jakarta, Rabu (16/9).

Puji menegaskan, setiap perubahan maupun penyesuaian jadwal penerbangan harus segera dikomunikasikan PPIU kepada jemaah. Karena itu, jemaah diminta memastikan jadwal, waktu keberangkatan, serta arahan terbaru dari PPIU sebelum meninggalkan rumah.

“Jangan sampai jemaah sudah tiba di bandara, sementara jadwal penerbangannya belum mendapat kepastian. Pastikan seluruh informasi melalui PPIU sebelum berangkat dari rumah,” ujarnya.

PPIU Diminta Aktif Berkomunikasi

Kemenhaj juga meminta PPIU menjaga komunikasi secara aktif dan terbuka dengan jemaah. Setiap perkembangan operasional penerbangan, perubahan jadwal, hingga langkah penanganan harus disampaikan secara jelas.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya kebingungan di kalangan jemaah, terutama ketika terjadi perubahan dalam operasional penerbangan.

Pemerintah, kata Kemenhaj, terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Sementara bagi jemaah yang telah berada di Arab Saudi dan membutuhkan informasi maupun pendampingan, Kemenhaj mengimbau agar berkoordinasi dengan PPIU serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

“Jemaah yang sudah berada di Arab Saudi dapat berkoordinasi dengan PPIU dan KJRI. Jangan mengambil langkah sendiri. Pastikan komunikasi tetap terhubung agar setiap persoalan dapat ditangani dengan tepat,” kata Puji.

Jemaah Diminta Waspadai Informasi Media Sosial

Puji juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum memastikan kebenarannya.

Informasi terkait penerbangan dan perjalanan umrah dapat diperoleh melalui PPIU, maskapai penerbangan, kanal resmi pemerintah, serta perwakilan Indonesia di Arab Saudi.

Untuk mendukung layanan informasi dan pengaduan, Kemenhaj menyediakan nomor 0811-888-5888. Masyarakat dapat menyampaikan informasi atau pengaduan terkait penyelenggaraan haji dan umrah melalui saluran tersebut.

Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi berdasarkan substansi dan kewenangan sebelum ditindaklanjuti.

“Jemaah harus tetap tenang, memantau perkembangan, dan berkoordinasi dengan PPIU. Hal terpenting adalah memastikan jemaah memperoleh informasi yang jelas sehingga perjalanan berlangsung aman dan tertib,” tutup Puji.

Recent Posts

Keselamatan Jemaah Harus Diutamakan di Tengah Eskalasi Konflik Saudi-Houthi

MONITOR, Jakarta - Komnas Haji dan Umrah meminta pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan penyelenggaraan perjalanan…

3 jam yang lalu

Ada Teleskop Computerized dan Theodolite di MTQ Nasional XXXI, Intip Keseruannya

MONITOR, Semarang — Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang tidak…

3 jam yang lalu

Hafal 30 Juz di Usia 10 Tahun, Peserta MTQ Nasional ke-31 Asal Sumbar Ini Bagikan Kuncinya

MONITOR, Semarang - Menghafal Al-Qur’an 30 juz membutuhkan ketekunan dan konsistensi. Bagi Muslim Dermiwa Riko…

4 jam yang lalu

Kemenhaj Blokir Travel PT JGroup dan PT Annisa Ahmada Travelindo

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan…

4 jam yang lalu

Kementan Apresiasi GOPAN, Dorong Peternak Rakyat Jadi Bagian Kuat Ekosistem Perunggasan

MONITOR, Tanegrang — Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong penguatan ekosistem perunggasan nasional dengan menempatkan peternak rakyat…

4 jam yang lalu

GODF 2026 Qingdau, Prof Rokhmin beberkan Potensi Akuakultur RI dan Tantangan Pembiayaan

MONITOR - Indonesia memiliki potensi ekonomi akuakultur yang diperkirakan mencapai US$210 miliar per tahun, namun…

13 jam yang lalu