BERITA

JTT Tegaskan Komitmen Layanan Optimal Lewat Pemeliharaan Jalan Tol Trans Jawa Berkelanjutan

MONITOR, Bekasi – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan jalan tol yang aman, nyaman, dan andal melalui pelaksanaan pemeliharaan jalan tol secara berkelanjutan di seluruh ruas Tol Trans Jawa. Langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kualitas infrastruktur sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan.

VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, mengatakan bahwa kegiatan pemeliharaan dilakukan secara rutin, terencana, dan berkesinambungan sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku.

“Pemeliharaan jalan tol mencakup penanganan lubang jalan, perbaikan perkerasan, serta pemeliharaan fasilitas keselamatan jalan. Melalui pelaksanaan yang konsisten, kami memastikan kondisi jalan tol tetap optimal sehingga pengguna dapat berkendara dengan aman dan nyaman,” ujar Ria.

Ia menjelaskan, seluruh kegiatan pemeliharaan jalan tol JTT dilaksanakan dengan mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) Jalan Tol serta ketentuan Service Level Agreement (SLA) dalam kontrak manajemen. Inspeksi kondisi jalan dilakukan setiap hari melalui mekanisme self assessment oleh petugas lapangan guna mendeteksi potensi gangguan sejak dini.

Untuk gangguan berupa jalan berlubang, JTT menerapkan penanganan prioritas dengan batas waktu maksimal 2×24 jam sejak temuan di lapangan atau diterimanya laporan masyarakat, sesuai ketentuan SPM Jalan Tol. Sementara itu, gangguan kondisi jalan lainnya ditangani berdasarkan indikator teknis dan waktu toleransi yang telah ditetapkan.

Sebagai bentuk respons cepat terhadap atensi masyarakat, JTT telah melakukan perbaikan lubang jalan di KM 15+070 arah Jakarta lajur 1 Ruas Tol Jakarta–Cikampek pada 4 Januari 2026 menggunakan metode patching tipe 1 (permanen). Saat ini, kondisi ruas tersebut telah kembali aman dilalui oleh pengguna jalan.

Selain fokus pada perbaikan rutin, JTT Group juga meningkatkan kesiapsiagaan tim lapangan dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem, khususnya curah hujan yang tinggi. Di salah satu ruas favorit di Jawa Tengah, yakni Ruas Tol Batang–Semarang yang dikelola oleh PT Jasamarga Semarang Batang, telah dilakukan pemeliharaan perkerasan dan perbaikan kondisi jalan pada rentang KM 354 hingga KM 358.

“Pemeliharaan ini dilakukan untuk memastikan kualitas infrastruktur tetap terjaga di tengah dinamika cuaca yang kurang mendukung,” tambah Ria.

Dengan mempertimbangkan potensi curah hujan yang masih tinggi, JTT Group juga terus melakukan pemantauan lanjutan terhadap hasil perbaikan serta menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar kualitas layanan jalan tol tetap terjaga secara berkelanjutan.

Melalui penerapan inspeksi rutin, kepatuhan terhadap regulasi, serta penanganan prioritas terhadap gangguan jalan, PT Jasamarga Transjawa Tol menegaskan komitmennya dalam menjaga infrastruktur Tol Trans Jawa tetap optimal demi menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

Recent Posts

TCL Ajukan Gugatan terhadap Samsung terkait Klaim Teknologi Mini LED pada Televisi

MONITOR, Jakarta — TCL, perusahaan elektronik asal China, mengajukan gugatan terhadap Samsung di pengadilan federal…

53 menit yang lalu

UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik di BAZNAS Awards 2026

MONITOR, Jakarta - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima penghargaan kategori Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik…

6 jam yang lalu

Menhaj: Pengelolaan Dana Haji Harus Aman dan Produktif

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pentingnya keseimbangan antara keamanan…

16 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Karhutla Bisa Diantisipasi, Jangan Tunggu Bencana Baru Bergerak

MONITOR, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dicegah sebelum meluas, bukan baru ditangani…

2 hari yang lalu

GPK Desak Polemik Pemakzulan Gibran Diakhiri, DPR Diminta Fokus pada RUU Perampasan Aset dan Pemilu

MONITOR, Jakarta - Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) meminta DPR dan pemerintah tidak membiarkan polemik pemakzulan…

2 hari yang lalu

Ekonomi Biru Bisa Buka 45 Juta Lapangan Kerja, Hilirisasi Jadi Kunci

MONITOR, Jakarta - Indonesia memiliki potensi ekonomi kelautan yang diperkirakan mencapai 1,4 triliun dolar AS…

2 hari yang lalu