POLITIK

Mahfuz Sidik Sebut Anak Muda Perlu Pemahaman Geopolitik Sejak Dini

MONITOR, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik mengatakan, upaya memahami isu geopolitik tak perlu diperhadapkan dengan masalah keseharian yang masih bertumpuk.

“Justru, pemahaman geopolitik ini yang akan membuat kita mengerti tentang cara dunia bekerja dan menentukan arah kehidupan kita ke depan,” kata Mahfuz Sidik seusai Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik dengan tema ‘Memahami Model Hubungan dan Dinamika Politik Global’ di Jakarta, Jumat (19/11/2025) malam.

Karena itu, kata Mahfuz, berkaca dari negara maju, maka pemahaman geopolitik ini, telah menyasar anak-anak muda sejak dini. 

Menurut dia, kemajuan negaranya dibangun dengan seawal mungkin menanamkan cita-cita besar bangsa dan negaranya ke anak-anak ini.

“Membangun kesadaran kolektif, meletakkan cita-cita besar di depan, di awal, dan itu ditanamkan betul, diyakinkan betul ke generasi muda, bahwa itulah perjalanan ke depan mereka yang harus mereka tuju secara kolektif,” ungkapnya.

Mahfuz menyebut, inilah alasan Partai Gelora Indonesia terus mendorong dan menyuarakan pentingnya pemahaman isu geopolitik.

Bahkan setiap Jumat malam, Partai Gelora menggelar Kajian Pengembangan Wawasan dengan tema Geopolitik menjadi salah satu topik bahasan rutin.

“Sebab, dunia terus berubah cepat! Hubungan antarnegara, persaingan geopolitik, dan dinamika global kini semakin kompleks,” ujar Sekjen Partai Gelora ini.

Sehingga Indonesia diharapkan bisa memposisikan diri di tengah perubahan ini, dengan mengetahui apa saja model hubungan internasional yang perlu dipahami oleh generasi masa kini.

“Kita perlu mengupas tuntas strategi, dinamika, dan arah baru politik global dari perspektif kebangsaan dan peradaban. Sehingga kita memiliki wawasan baru, analisis tajam, dan perspektif segar tentang politik global yang relevan bagi masa depan Indonesia,” kata Ketua Komisi I DPR 2005-2010 ini. 

Mahfuz menambahkan, dengan menanamkan kesadaran kolektif tentang pemahaman isu geopolitik kepada generasi muda, maka diharapkan mereka dapat mengetahui perjalanan kehidupannya di masa akan datang.

“Ketika bangsa Indonesia sekarang ini sedang mengalami bonus demografi, mendominasi kehidupan keseharian kita. Merekalah yang akan menentukan nasib dan kualitas hidup kita baik sebagai individu, keluarga dan bangsa,” katanya.

Bonus demografi, lanjut Mahfuz, dapat memberikan harapan sekaligus peluang kepada satu bangsa atau negara untuk maju.

“Itulah sebabnya kami di Partai Gelora terus mengajak semuanya berbicara berdiskusi tentang tema geopolitik. Kita ingin membawa generasi muda  kepada masa depan yang lebih besar. Sebab, generasi muda

menjadi penentu masa depan kita sebagai bangsa dan negara,” pungkas Mahfuz.

Recent Posts

Kemenag Seleksi Calon Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031, Perkuat Mutu Pendidikan Pesantren

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pesantren melanjutkan proses seleksi Bakal Calon Anggota…

3 jam yang lalu

Kementan Tegaskan Pelaku Perunggasan Komitmen Lakukan Perbaikan Harga Ayam Broiler

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya menjaga keseimbangan sektor perunggasan nasional di…

12 jam yang lalu

HKTI Lumajang Kawal Ketat LP2B, Tegaskan Tak Boleh Ada Alih Fungsi Lahan Produktif

MONITOR, Lumajang – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya mengawal implementasi kebijakan…

12 jam yang lalu

3 Negara Diguncang Gempa Hebat, Puan Sampaikan Simpati dan Tekankan Perlindungan WNI

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa simpati atas musibah bencana gempa…

20 jam yang lalu

Menhaj Buka IEE 2026, Tegaskan Transformasi Haji dan Umrah Harus Berpihak kepada Jemaah

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menegaskan transformasi penyelenggaraan haji dan umrah…

1 hari yang lalu

Waka Komisi VII DPR: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Dapat Buka Lapangan Kerja

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyoroti polemik antara Kementerian…

1 hari yang lalu