POLITIK

Ikatan Alumni FISIP UIN Jakarta Bela Saiful Mujani: Ini Bukan Makar, tapi Kritik Total

MONITOR, Jakarta – Adriansyah selaku Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IKAL FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyatakan keprihatinan atas pelaporan terhadap Saiful Mujani terkait dugaan isu makar yang muncul akibat pandangan dan pendapat yang disampaikan di ruang publik.

Adriansyah menilai bahwa kebebasan berpendapat dan kebebasan akademik merupakan bagian fundamental dari kehidupan demokrasi yang sehat. Setiap warga negara, termasuk akademisi dan peneliti, memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan pandangan, analisis, maupun kritik terhadap situasi sosial-politik tanpa rasa takut terhadap kriminalisasi.

“Sebagai organisasi alumni yang menjunjung tinggi nilai-nilai intelektualitas, demokrasi, dan keterbukaan, IKAL FISIP UIN Jakarta mendukung penuh ruang kebebasan berpikir dan berekspresi yang bertanggung jawab. Kritik, diskursus ilmiah, serta pandangan akademik tidak seharusnya dipersepsikan sebagai ancaman terhadap negara, melainkan bagian dari dinamika demokrasi yang perlu dihormati,” katanya kepada media, Kamis (23/4/2026).

Kami juga menolak segala bentuk kekerasan, intimidasi, maupun tindakan yang bertujuan membungkam sikap kritis di tengah masyarakat. Demokrasi hanya dapat tumbuh dalam suasana yang menjamin kebebasan sipil, penghormatan terhadap perbedaan pandangan, dan perlindungan terhadap hak menyampaikan pendapat. Ujar Adriansyah.

“Apa yang dikatakan Saiful Mujani bukanlah tindakan makar, melainkan bentuk kritik total terhadap kondisi politik dan pemerintahan. Kritik total merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin dalam sistem demokrasi, selama disampaikan melalui cara-cara damai dan argumentatif. Perbedaan pandangan, kritik tajam, maupun penilaian keras terhadap kebijakan pemerintah adalah ruang yang sah dalam kehidupan demokratis, bukan serta-merta dapat dikategorikan sebagai makar.” Tambah Adriansyah

Dalam konteks ini, IKAL FISIP UIN Jakarta mengajak seluruh pihak untuk menjaga ruang dialog yang sehat, menjunjung supremasi hukum secara adil, serta mengedepankan pendekatan demokratis dalam menyikapi perbedaan pandangan.

IKAL FISIP UIN Jakarta percaya bahwa bangsa yang kuat adalah bangsa yang memberi ruang bagi kritik, pemikiran independen, dan kebebasan akademik sebagai bagian dari proses pendewasaan demokrasi.

Recent Posts

Menteri Maman: Revisi UU UMKM untuk Perkuat Pelindungan dan Daya Saing UMKM

MONITOR, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menghadiri rapat kerja…

3 jam yang lalu

Hadapi Risiko Pekerjaan Tergeser AI, Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja

MONITOR, Jenewa — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak negara-negara anggota Asia Pacific Group (ASPAG), memperkuat…

3 jam yang lalu

IPW: Keberhasilan Polda Metro Jaya Ungkap Curanmor Selamatkan Ekonomi Rakyat Kecil

MONITOR, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mengapresiasi kinerja Polda Metro…

4 jam yang lalu

Resmi Naik Per 10 Juni! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamax Cs dan Penjelasan Resmi Pertamina

MONITOR, Jakarta – PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Commercial & Trading, PT Pertamina Patra Niaga,…

4 jam yang lalu

Indonesia Gaungkan Kolaborasi Industri Masa Depan pada Forum BRICS 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama industri global…

20 jam yang lalu

Apresiasi Kebijakan Afirmasi Pendidikan Prabowo, Rektor UIN Jakarta ajak Semua Pihak Bangun Sinergi Tri Dharma Terintegrasi

MONITOR, Jakarta - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar mengapresiasi kebijakan trasformatif…

23 jam yang lalu