EKONOMI

PB IKA PMII Serius Garap Filantropi Islam, Instrumen Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

MONITOR, Jakarta – Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII (PB IKA PMII) serius menggarap filantropi Islam. Ragam program filantropi Islam dapat dikembangkan untuk mendorong program strategis seperti pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, kesetaraan ekonomi, termasuk penguatan ekonomi berbasis desa dan masjid.

Ketua Umum PB IKA PMII, Fathan Subchi, mengatakan pihaknya serius menggarap konsep filantropi Islam sebagai instrumen untuk penguatan ekonomi masyarakat melalui sejumlah program seperti zakat, infak, sedekah, termasuk pembiayaan dalam Islam. “PB IKA PMII memandang filantropi Islam menjadi instrumen pemantik dalam menyelesaikan persoalan riil di lapangan seperti pengentasan kemiskinan, pendidikan yang berkualitas, termasuk inklusi ekonomi bagi semua warga. Kami serius menggarap filantropi Islam,” ujar Fathan di Jakarta, Minggu (25/5/2025).

Fathan menyebutkan keseriusan PB IKA PMII tersebut diwujudkan dengan menggelar pertemuan ilmiah dengan mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan di bidang filantropi Islam sebagai bagian dari kontribusi pemikiran PB IKA PMII dalam mengakselerasi filantropi Islam dalam menyelesaikan persoalan konkret di masyarakat. “Pertemuan dengan menghubungkan berbagai pemangku kepentingan ini diharapkan melahirkan strategi yang jitu untuk mengakselerasi filantropi Islam sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs),” tegas Fathan.

Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal PB IKA PMII, Muhamad Nur Purnamasidi menambahkan bahwa salah satu wujud keseriusan PB IKA PMII dalam gerakan ini adalah dalam waktu dekat akan membentuk Lembaga Amil Zakat (LAZ). “Pendirian lembaga ini diperuntukkan untuk pembiayaan pendidikan bagi keluarga miskin yang belum bisa mengakses layanan pendidikan pada setiap levelnya,” pungkas Purnamasidi.

PB IKA PMII menggelar kegiatan seminar nasional dengan fokus kajian “Filantropi Islam di Era SDGs” berkolaborasi dengan sejumlah pemangku kepentingan seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang digelar pada Senin (26/5/2025) di Unwahas, Semarang.

Dalam kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten seperti Prof. Dr. K.H. Noor Achmad, M.A. selaku Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sebagai Keynote Speaker, Prof. Dr. Imam Yahya, M.Ag. (Guru Besar UIN Walisongo Semarang), Dr. Saidah Sakwan, M.A. (Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan), Dr. K.H. Imdadun Rahmat, M.Si. (Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI), Prof. Dr. Muhammad Ishom, M.A. (Guru Besar UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten) dan Dr. Noor Hadi, M.Si., Ak., CA., CRP. (Dosen IAIN Kudus dan selaku Pengurus Yayasan Wahid Hasyim) sebagai pemandu diskusi.

Sementara Ketua Panitia Penyelenggara, Ahmad Tholabi Kharlie, mengatakan kegiatan ini akan dihadiri peserta dari berbagai unsur seperti PB IKA PMII, BAZNAS se Jawa Tengah, PW IKA PMII Jawa Tengah, PC IKA PMII se-Jawa Tengah, Badan Wakaf Indonesia (BWI), sejumlah Rektor Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTKIN), Rektor Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTKIS) se-Jawa Tengah. Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, dosen, para guru besar, dan mahasiswa. “Panitia mengharapkan muncul banyak perspektif sebagai bagian penting untuk merumuskan gerakan yang efektif dengan optimalisasi jejaring IKA PMII yang terdapat di seluruh Indonesia,” tandas guru besar UIN Jakarta ini.

Acara ini terbuka untuk akademisi, mahasiswa, pegiat zakat, praktisi ekonomi Islam, serta masyarakat umum yang peduli terhadap isu keadilan sosial dan pembangunan umat. Peserta hadir dari berbagai provinsi dan institusi, baik secara luring maupun daring melalui YouTube live streaming resmi Unwahas.

Recent Posts

Pembangunan Masjid PPG, Dekan FITK UIN Jakarta tegaskan Visi Besar Ekosistem Akademik dan Spiritual Kampus

MONITOR, Ciputat - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus menunjukkan…

8 jam yang lalu

Komisi Bidang Anak DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Jangan Tutup Mata pada Sistem yang Gagal

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq mengecam keras kasus kekerasan…

12 jam yang lalu

Komisi IV DPR Tegur Bulog yang Belum Tuntaskan Realisasi Bantuan Pangan Februari-Maret

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menyayangkan ketidakmampuan Bulog…

12 jam yang lalu

Ketua DPR Berduka untuk Korban Kecelakaan KRL, Minta Keamanan Jalur Kereta Ditingkatkan

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa kepada korban insiden kecelakaan kereta…

12 jam yang lalu

Didorong LPDB, Koperasi Tanaoba Lais Manekat Jadi Kakak Asuh Koperasi Desa di Indonesia Timur

MONITOR, Jakarta - Transformasi koperasi di Indonesia Timur terus bergulir. Tidak sekadar entitas bisnis, koperasi…

12 jam yang lalu

RPB Minahasa Selatan Ekspor Perdana Olahan Sabut Kelapa ke China

MONITOR, Minahasa Selatan – Produk olahan sabut kelapa dari Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, berhasil…

12 jam yang lalu