PARLEMEN

Pujian Delegasi Parlemen OKI Bagi Perhelatan Sidang PUIC di DPR, Nigeria Sampaikan Kagum Pada Puan

MONITOR, Jakarta – Rangkaian Forum Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-19 di mana DPR RI menjadi tuan rumah telah resmi berakhir. Perhelatan konferensi forum Uni Parlemen negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) itu meninggalkan kesan mendalam bagi para delegasi dari berbagai negara.

Hal ini terlihat dari respons Delegasi PUIC ke-19 atas penyelenggaraan konferensi di Jakarta ini. Mereka tak hanya mengapresiasi jalannya forum, tetapi juga memberi penghormatan khusus kepada Indonesia sebagai tuan rumah, khususnya kepada Ketua DPR RI Puan Maharani yang memimpin sidang.

Salah satu bentuk apresiasi datang dari Delegasi Nigeria yang diwakili Kamorudeen Olarere Oyewumi. Saat sidang penutupan Konferensi PUIC ke-19 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/5/2025) sore, Oyewumi menyampaikan pujian terhadap profil kepimimpinan Puan yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI.

Oyewumi menyoroti Puan yang berhasil menjadi Ketua DPR RI selama dua periode, yakni 2019-2024 dan 2024-2029. Termasuk posisi Puan sebagai perempuan pertama yang menduduki pucuk pimpinan di parlemen.

“Karena Anda adalah satu-satunya di pemerintahan Indonesia sebagai Menteri Koordinator untuk tujuh menteri penting di negara ini dan telah menjadi Pemimpin Parlemen dua kali,” kata Oyewumi kepada Puan di forum sidang PUIC.

Oyewumi menambahkan latar belakang panjang Puan di kancah politik menjadi keuntungan bagi forum PUIC. Untuk diketahui, keketuaan DPR pada forum Uni Parlemen OKI tahun ini sekaligus mengukuhkan Puan sebagai Presiden PUIC ke-19.

“Ini keuntungan penguasaan terhadap para pemimpin di PUIC. Anda diberkati secara umum. Anda sangat baik dalam kebijaksanaan Anda,” tuturnya.

Oyewumi juga mengapresiasi semua pihak di DPR yang telah memastikan suksesnya penyelenggaraan Sidang PUIC di Indonesia. Ia mengatakan, Indonesia telah membuat para delegasi merasa sangat dihormati dan nyaman selama forum berlangsung.

“Orang Indonesia ramah, pekerja keras dan jujur. Terima kasih Pemimpin Parlemen Indonesia. Kami akan datang kembali segera,” ujar Oyewumi.

Tak hanya Oyewumi, sejumlah delegasi PUIC ke-19 lainnya juga memberikan pujian kepada DPR. Seperti Wakil dari Maroko yang menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan forum. Ia menilai DPR RI sebagai tuan rumah telah sukses menyelenggarakan Konferensi PUIC ke-19.

Kemudian Delegasi dari negara Mauritania mengucapkan selamat atas kesuksesan konferensi yang disebutnya luar biasa.

“Selamat untuk Indonesia atas penyelenggaraan konferensi yang luar biasa ini,” ungkapnya juga di forum sidang sesaat sebelum Konferensi PUIC ke-19 ditutup.

Sementara itu delegasi dari negara Pantai Gading menyampaikan kegembiraan mereka bisa hadir di Jakarta. Anggota Parlemen Pantai Gading, Manindja Toure Epouse Diabate menyebut penyambutan DPR RI terhadap seluruh delegasi sangat baik dan hangat.

“Kami senang berada di sini bersama orang Indonesia. Kami merasa dihormati dan berterima kasih atas sambutan yang luar biasa,” tutur Diabate.

Diabate juga memuji pemberdayaan kepemimpinan perempuan di parlemen Indonesia. Menurutnya semangat yang sama juga dimiliki Pantai Gading. Tak hanya itu, Diabate pun menyampaikan salam dari Presiden Pantai Gading, Alassane Ouattara untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Kami sangat dihormati dan terima kasih kepada orang Indonesia. Dan kami akan senang kembali ke sini,” ucap anggota parlemen perempuan itu.

Adapun sidang PUIC ke-19 diselenggarakan selama 4 hari pada 12-15 Mei di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Forum ini dihadiri delegasi parlemen 37 negara dari total 54 anggota OKI beserta sejumlah negara dan organisasi observer.

Di sela-sela forum, Puan maupun perwakilan DPR melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah delegasi negara sahabat yang hadir di PUIC ke-19 untuk membahas penguatan hubungan bilateral, dan berbagai isu yang menjadi perhatian bersama seperti Palestina, perempuan dan anak hingga isu global lainnya.

Forum PUIC ke-19 juga menghasilkan ‘Deklarasi Jakarta’ yang memuat resolusi-resolusi yang harus diadopsi oleh seluruh parlemen negara OKI atau anggota PUIC. Salah satunya berkenaan dengan isu kemerdekaan Palestina yang hingga kini masih terus digempur Israel.

Jakarta Declaration juga turut menegaskan kembali peran sentral dari tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabilitas, transparansi, dan supremasi hukum sebagai fondasi utama dalam membangun institusi yang kuat dan tangguh, melindungi kepentingan, hak, dan kesejahteraan rakyat melalui legislasi yang mempromosikan nilai dan prinsip tersebut.

Deklarasi Jakarta pun menekankan pentingnya penguatan softpower dunia islam melalui pendidikan, pemberdayaan kaum muda dan perempuan. Kemudian juga mendorong agar negara PUIC mengatasi segala bentuk diskriminasi, islamophobia, dan mempromosikan Islam sebagai rahmatan lil-alamin.

Sebelumnya, Puan memastikan Indonesia sebagai tuan rumah Konferensi PUIC ke-19 berkomitmen untuk terus mengawal tindak lanjut dari Deklarasi Jakarta. DPR juga dipastikan mendukung upaya PUIC dalam memastikan implementasi nyata dari setiap resolusi.

“Sebagai seorang perempuan, ibu, dan Ketua Parlemen, saya meyakini bahwa warisan kita bukan terletak pada besarnya gedung yang kita bangun. Warisan kita terletak pada martabat yang kita pulihkan, bagi setiap anak, perempuan, dan keluarga, serta mereka yang terluka oleh perang, kemiskinan, dan ketidakadilan,” kata Puan saat menutup Konferensi PUIC ke-19.

“Kita akan mewujudkan keadilan dan perdamaian bagi umat Muslim dan bagi dunia,” imbuh cucu Bung Karno tersebut.

Terkait sambutan dari delegasi PUIC ke-19, Puan mengaku apresiasi datang tak hanya dalam forum resmi saja. Menurutnya beberapa delegasi juga banyak yang menyampaikan secara pribadi di sela-sela forum.

“Alhamdulillah, dari perwakilan Afrika, Arab, ASEAN, semuanya menyampaikan bahwa sangat berterima kasih, sangat senang dengan sambutan dan kehangatan PUIC ke-19 yang ada di Jakarta,” terang Puan.

“Mereka merasa sangat dianggap sebagai saudara dari Indonesia dan tentu saja apa yang terjadi di Jakarta, diharapkan bisa berlangsung juga dalam acara-acara yang akan datang khususnya di acara-acara PUIC mendatang,” pungkasnya.

Recent Posts

WFH Tiap Jumat, Menag: Cara Kerja Baru Harus Tetap Hadirkan Layanan untuk Umat

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan…

31 menit yang lalu

Kementan Perkuat Pengaturan Produksi Ayam, Jaga Harga dan Lindungi Peternak

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian terus memperkuat pengelolaan produksi dan pasokan ayam ras nasional sebagai…

14 jam yang lalu

HKTI Lumajang Soroti Tata Kelola Gula Nasional, Desak Perlindungan Petani Tebu

MONITOR, Lumajang – Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPC HKTI) Kabupaten Lumajang menyampaikan…

14 jam yang lalu

IPW: Mundurnya Aipda Vicky Harus Jadi Bahan Instrospeksi Kapolri

MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) menilai mundurnya Aipda Vicky Aristo Katiandagho dari institusi…

18 jam yang lalu

Apresiasi Prabowo, Komnas Haji: Tata Kelola Haji Makin Progresif dan Berpihak pada Jemaah

MONITOR, Tangerang Selatan - Komisi Nasional Haji (Komnas Haji) menyampaikan apresiasi atas komitmen dan langkah…

21 jam yang lalu

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM Awal 2026, MiniesQ Sukses Tembus Ritel Modern Usai Kantongi Halal

Jakarta – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat peran UMKM sebagai pilar ekonomi nasional dengan memfasilitasi 1.346…

23 jam yang lalu