INTERNASIONAL

Israel Serang Lebanon, Mahfuz Sidik Nilai Upaya Sabotase Gencatan Senjata AS-Iran

MONITOR, Jakarta — Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah serangan militer Israel ke wilayah Lebanon Selatan terjadi di tengah upaya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi ini memicu kekhawatiran global terkait stabilitas keamanan di kawasan Teluk Persia.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, sebelumnya mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran pada Rabu (8/4/2026) waktu setempat. Namun, di saat yang hampir bersamaan, militer Israel justru melancarkan serangan ke Lebanon bagian selatan.

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, telah menyampaikan kepada Pakistan—yang berperan sebagai mediator—bahwa Israel diduga melanggar kesepakatan tersebut. Menyusul laporan itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) langsung melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel pada hari yang sama.

Menanggapi perkembangan ini, Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora), Mahfuz Sidik, menilai tindakan Israel sebagai bentuk sabotase serius terhadap upaya perdamaian.

“Israel menjadi pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kekacauan keamanan di Teluk Persia beserta dampak global yang ditimbulkannya,” ujar Mahfuz dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).

Ia juga menyoroti pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menolak kompromi dan berkomitmen melanjutkan operasi militer. Menurut Mahfuz, sikap tersebut menunjukkan bahwa Israel memiliki kepentingan untuk mempertahankan konflik.

Mahfuz mendorong Amerika Serikat agar tetap menjaga komitmen gencatan senjata yang telah mendapat respons positif dari negara-negara kawasan dan masyarakat internasional. Ia juga menyinggung peran Presiden Donald Trump dalam menentukan arah kebijakan ke depan.

“Sudah saatnya Presiden Trump berdiri di atas kepentingan masyarakat dunia dan beralih dari alat pukul yang digunakan oleh Israel,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mahfuz menilai dinamika konflik ini membuka peluang bagi negara-negara di kawasan Timur Tengah, Asia Barat, dan Afrika Utara—yang ia sebut sebagai MEWANA—untuk membangun format kerja sama baru berbasis kemandirian.

Menurutnya, kerja sama tersebut penting untuk menjaga stabilitas keamanan, politik, serta jalur pelayaran dan perdagangan global yang melintasi kawasan strategis tersebut.

Ia juga menegaskan perlunya redefinisi terhadap ancaman bersama di kawasan. Dalam pandangannya, Iran tidak lagi relevan diposisikan sebagai ancaman, melainkan berpotensi menjadi mitra strategis dalam menciptakan keseimbangan baru.

“Stabilitas dunia dan keamanan kawasan Teluk Persia saat ini sangat bergantung pada keputusan Amerika Serikat, apakah akan terus mendukung perang atau mendorong penghentian konflik,” pungkas Mahfuz.

Recent Posts

Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Pelindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kompetensi dan pelindungan pekerja sebagai respons terhadap…

22 jam yang lalu

Kemenag Salurkan 1.000 School Kit dan 16 Ruang Belajar Sementara untuk Madrasah di NTT

MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…

24 jam yang lalu

Universitas Islam Depok dan Hartford International University USA Jalin Kemitraan Perkuat Dialog Antarumat dan Akademik

MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…

2 hari yang lalu

Jasa Marga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…

3 hari yang lalu

Kemenhaj Mediasi Pengaduan Penundaan Keberangkatan dan Pengembalian Dana Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…

3 hari yang lalu

Bursa Wirausaha Unggulan Buka Akses UMKM Naik Kelas

MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…

3 hari yang lalu