DAERAH

Reses DPRD 2025, Siswanto Harap Ketua Lingkungan Proaktif Lihat Warganya

MONITOR, Jakarta – Masa reses sidang II tahun 2025 ini benar-benar dimanfaatkan Siswanto untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Setelah menampung keluhan warga Kelurahan Bojong Pondok Terong, giliran keluhan warga Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung direspon.

“Ya, tadi reses lingkungan RT 03/RW 03. Sama seperti di Bojong Pondok Terong, di Pondok Jaya juga banyak permasalah yang harus dituntaskan,” ujar anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKB.

Siswanto mengaku, tidak banyak yang disampaikan dalam kegiatan reses di Pondok Jaya. Usai mendengarkan keluhan warga, Dewan Dapil 6 ini, langsung turun ke lapangan.

“Tadi ada yang menyampaikan, saluran air depan rumahnya terlalu kecil sehingga saat hujan, airnya masuk ke terasnya. Ada juga yang menyampaikan turap longsor dan rumah tidak layak huni. Saat itu juga langsung saya lihat,” ungkap Siswanto.

Semua yang disampaikan warga dalam kegiatan reses ternyata benar adanya. “Ya saya lihat, turap tebing dibelakang Posyandu Delima I, rawan longsor. Dan sangat berbahaya mengingat, di bawahnya ada rumah warga,” ungkapnya.

“Pun demikian saluran air yang di depan Posyandu. Terjadi penyempitan dan pendangkalan. Sehingga air hujan mengalirnya di atas jalan,” tambahnya.

Saat melakukan inspeksi, Siswanto menemukan rumah tidak layak huni di RT 04/RW 02. Atap rumahnya terbuat dari bambu dan terlihat sudah reyot. Menurut Ketua Fraksi PKB ini rumah yang dihuni tiga anggota keluarga itu layak mendapat bantuan melalui program RTLH.

“Saat saya tanya, kenapa tidak mengajukan RTLH. Penghuni rumah mengaku tidak tahu harus mengajukan ke siapa. Nah, ini juga masalah sendiri. Banyak warga yang tidak tahu ahu kemana harus mengajukan program Pemkot,” tandasnya.

Karena itu, Siswanto berharap Ketua RW dan Ketua RT proaktif memantau lingkungan masing-masing. “Semestinya begitu. Ketua lingkungan proaktif memantau lingkungannya. Jika ada warganya yang membutuhkan segera disampaikan. Kan ketua lingkungan dapat honor dari APBD,” tuturnya.

Siswanto pun akan menyampaikan berbagai persoalan warga yang ditangkap dalam reses. Masalah yang benar-benar dianggap urgen akan didorong agar dianggarkan di perubahan.

“Tentu ini akan saya jadikan atensi agar dipertimbangkan untuk dialokasikan di APBD perubahan,” pungkas eks jurnalis harian Indopos ini.

Recent Posts

Aset Rp7,9 T, Bank Kaltimtara Didorong Jadi Motor Kredit UMKM

MONITOR, Jakarta - Dengan aset yang telah mencapai Rp7,9 triliun, Bank Kaltimtara dinilai memiliki potensi…

39 menit yang lalu

Hasil Seleksi Administrasi KIP 2026, Pansel Tetapkan 378 Pendaftar Lolos

MONITOR, Jakarta - Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota Komisi Informasi Pusat periode 2026–2030 resmi mengumumkan…

2 jam yang lalu

Strategi Kemenag Dongkrak Indeks Wakaf Nasional 2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Waryono Abdul Ghafur mengatakan indeks…

4 jam yang lalu

WEF Dukung Penuh Ocean Impact Summit 2026 di Bali

MONITOR, Jakarta - Organisasi Forum Ekonomi Dunia (World Economy Forum/WEF) mendukung penuh pelaksanaan Ocean Impact…

5 jam yang lalu

Pemerintah Sita 4 Juta Hektar Lahan dan Tutup 1.000 Tambang Ilegal

MONITOR, Jakarta - Pendekatan ekoteologi yang dikembangkan Kementerian Agama sejalan dengan langkah tegas Presiden dalam…

8 jam yang lalu

WEF Davos 2026 Jadi Momentum Penguatan Industri Nasional

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya dalam memastikan investasi yang masuk ke Indonesia tidak…

10 jam yang lalu