PARLEMEN

Prof Rokhmin Ingatkan Kepala Daerah Jujur dan Akurat Laporkan Stok Pangan ke Presiden RI

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri, mengingatkan para kepala daerah, mulai dari gubernur hingga wali kota, untuk menyampaikan laporan yang jujur dan akurat terkait stok pangan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya terkait stok dan kondisi pangan di daerah masing-masing.

Pernyataan ini disampaikan Prof. Rokhmin Dahuri usai mendampingi Presiden dalam acara Panen Raya Nasional di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4/2025) kemarin. Ia menyoroti kecenderungan sejumlah kepala daerah yang hanya menyampaikan laporan “indah” saat berbicara di hadapan Presiden. 

“Waktu panen raya di Majalengka, semua gubernur yang bicara ke Presiden menyampaikan laporan yang bagus-bagus. Saya harap itu laporan yang jujur. Tapi tetap perlu dicek ulang, jangan sampai data di lapangan tidak sesuai kenyataan,” tegas Anggota Komisi IV DPR.

Prof. Rokhmin Dahuri mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, dalam mewujudkan swasembada dan kedaulatan pangan nasional.

Guru Besar IPB University menyebut dua fokus utama kebijakan Presiden Prabowo di bidang pangan adalah: Pertama meningkatkan produksi komoditas strategis seperti beras, jagung, kedelai, dan gula hingga melampaui kebutuhan nasional. Kedua meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan peternak sebagai ujung tombak ketahanan pangan.

Meski produksi beras tahun ini diprediksi melampaui kebutuhan nasional, Prof. Rokhmin Dahuri menyoroti tantangan distribusi yang belum merata, terutama ke wilayah timur seperti Nusa Tenggara Timur (NTT). Beliau mengingatkan bahwa produksi tinggi saja tidak cukup,  jika tidak diimbangi dengan sistem distribusi pangan yang merata dan efisien.

“Tahun ini kita diprediksi surplus beras. Tapi persoalan klasik masih ada: distribusinya belum merata, terutama ke daerah-daerah timur seperti NTT. Ini yang harus dibenahi,” ujarnya.

Ia juga mengkritisi peran tengkulak yang masih mendominasi rantai distribusi, membuat harga tidak stabil dan merugikan petani.

“Tantangannya adalah memperbaiki sistem logistik dan transportasi. Jangan sampai tengkulak terus mengeksploitasi sistem distribusi kita,” tegas Menteri Kelautan dan Perikanan 2001 – 2004 itu.

Prof. Rokhmin Dahuri menutup pernyataannya dengan ajakan kepada semua pihak, baik pusat maupun daerah, untuk bekerja transparan dan kolaboratif dalam mewujudkan visi besar Presiden Prabowo soal kemandirian pangan jangka panjang.

Acara panen raya ini menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Prof. Rokhmin Dahuri berharap kebijakan pangan yang berkelanjutan dapat memastikan kesejahteraan petani sekaligus memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia.

Recent Posts

Karantina Kepri Sertifikasi 9,2 Ton Ikan Teri Kering Asal Natuna

MONITOR, Natuna - Aktivitas sektor perikanan di Kabupaten Natuna terus menunjukkan tren positif, terutama di…

10 jam yang lalu

Longsor Ciater–Rawa Macek Tangsel, BPBD Lakukan Asesmen Cepat dan Alihkan Kendaraan Berat

Serpong – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat menangani bencana longsor yang terjadi di…

10 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Promosi Produk Lokal dalam ASEAN Plus Cadet Sail 2026 di Belawan

MONITOR, Medan – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat promosi produk lokal…

13 jam yang lalu

Menaker Pastikan Peluang Kerja Tetap Terbuka di Tengah Tekanan Global

MONITOR, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pemerintah bergerak cepat menjaga peluang kerja tetap terbuka…

13 jam yang lalu

Pertamina Apresiasi Bareskrim Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi

MONITOR, Jakarta — Pertamina Patra Niaga menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan tegas Bareskrim Polri…

14 jam yang lalu

Waspada Sabotase di Balik Peluang Gencatan Senjata AS–Iran

Oleh : Mahfuz Sidik Celah menuju gencatan senjata dalam konflik antara Donald Trump dan Iran…

14 jam yang lalu