NASIONAL

SPPI: Sudah 79 Tahun Indonesia Merdeka tapi Nelayan Masih Jauh dari Sejahtera

MONITOR – Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) memberikan penilaian refleksi 79 tahun Indonesia merdeka dengan kondisi ironis dimana negara yang kaya dengan potensi ekonomi maritim tapi masih jauh berkontribusi dalam mensejahterakan rakyatnya termasuk mereka yang mengais nafkah di sektor kelautan dan perikanan Indonesia dalam hal ini para nelayan.

“79 tahun Indonesia merdeka namun nasib para nelayan hingga saat ini masih jauh dari kata sejahtera. Sebagai negara maritim dengan potensi laut melimpah ternyata Indonesia belum mampu memaksimalkan potensi kekayaan laut untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ujar Ketua Umum SPPI, Ilyas Pangestu kepada media, Minggu (18/8/2024).

Ilyas membeberkan beberapa keadaan nelayan Indonesia saat ini dimana kondisi ekonomi yang sulit, banyak nelayan yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Harga ikan yang fluktuatif, biaya operasional yang terus meningkat, dan keterbatasan akses pasar membuat pendapatan mereka tidak stabil. Pada saat yang sama, biaya untuk peralatan dan bahan bakar terus meningkat, sehingga menggerus margin keuntungan,” terangnya.

Kondisi nelayan yang masih jauh dari sejahtera, kata Ilyas juha diperparah dengan akses terhadap sumber daya nelayan terbatas, meskipun Indonesia memiliki kekayaan sumber daya laut yang melimpah, sering kali nelayan kecil tidak memiliki akses yang memadai terhadap sumber daya tersebut.

“Praktik penangkapan ikan yang berlebihan dan eksploitasi oleh perusahaan besar sering kali mengabaikan hak nelayan tradisional, membuat mereka kesulitan untuk bersaing,” tuturnya.

Selain itu, minimnya dukungan dan perhatian pemerintah menurut Ilyas juga menambah problem sulitnya mewujudkan kesejahteraan nelayan.

“Ada berbagai program pemerintah untuk mendukung nelayan, namun demikian dari inisiatif pemerintah hingga saat ini belum menjangkau mereka secara efektif. Kurangnya pelatihan, akses terhadap teknologi, dan dukungan finansial membuat nelayan kesulitan untuk beradaptasi dengan perubahan dan meningkatkan produktivitas mereka,” tegas Ilyas.

Ilyas juga menyebut isu lingkungan, perubahan iklim dan polusi laut juga berdampak besar pada kehidupan nelayan. “Penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya perikanan akibat kerusakan lingkungan mendorong banyak nelayan untuk mencari alternatif pekerjaan, yang sering kali tidak tersedia,” ungkapnya.

Pada hari perayaan kemerdekaan ini, Ilyas mengajak untuk peduli pada nasib nelayan yang jauh dari kesejahteraan. “Kita harus berkomitmen untuk memperjuangkan keadilan bagi mereka, dengan memastikan akses terhadap sumber daya, dukungan yang memadai dari pemerintah, dan perlindungan terhadap lingkungan. Hanya dengan langkah konkret dan kolaboratif, kita dapat membawa perubahan positif bagi kehidupan nelayan dan menjadikan kemerdekaan yang sejati bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Recent Posts

Mahasiswa KKN FIKOM Universitas Pancasila Gelar Pelatihan Digital Marketing, Perkuat Daya Saing UMKM Desa Tonjong

MONITOR, Bogor – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 2 Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas…

3 jam yang lalu

SETARA Institute Kritik Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak

MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Pers Hendardi, mengkritik pelibatan Bintara Pembina Desa…

4 jam yang lalu

Nanik S Deyang Mundur, Ketua DPR Dorong Kepala BGN Baru Bisa Perbaiki Kinerja Lembaga

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi mundurnya Nanik S. Deyang dari jabatannya…

5 jam yang lalu

Kemenag Perkuat Perlindungan Anak di Lingkungan Pendidikan Keagamaan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan keagamaan melalui…

6 jam yang lalu

Danantara Indonesia Tinjau Transformasi Layanan Jasa Marga

MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono mendampingi Kepala…

6 jam yang lalu

HKTI Lumajang dan Disperindag Jatim Perkuat Jalur Ekspor, Tinjau Langsung Rantai Pasok Produk Pertanian di Hong Kong

MONITOR, Hong Kong – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang bersama Dinas Perindustrian dan…

6 jam yang lalu