PERTANIAN

Lampung Provinsi Produsen Beras ke 6 Nasional, Setahun Surplus 1,34 juta ton Siap Saat Nataru

MONITOR, Bandar Lampung – Provinsi Lampung sebagai sentra produksi beras ke enam nasional dan berdasarkan neraca ketersediaan dan kebutuhan Tahun 2022 stok setahun surplus 1,34 juta ton. Oleh karenanya siap memasok kebutuhan beras nasional ke Jabodetabek dan provinsi lainnya. Sesuai data KSA BPS, produksi beras tahun 2022 sebesar 2,19 juta ton naik 101 ribu ton atau 7 % dibandingkan tahun 2021.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Kusnardi menyampaikan jumlah stok beras pada bulan Desember 2022 sebanyak 1,4 juta ton mencukupi untuk kebutuhan provinsi lampung, bahkan siap memasok wilayah lainnya. penggilingan Lampung pada awal desember lalu juga menyatakan siap memasok beras ke Bulog sebanyak 46 ribu ton.

Produksi padi yang dihasilkan pada tahun 2022 ini tidak lepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan seperti peningkatan produksi melalui IP 400, penggunaan varietas unggul baru dan genjah, , penggunaan mekanisasi pertanian, dan perbaikan irigasi/bendungan serta Penyiapan sarana dan permodalan Melalui Program Kartu Petani Berjaya (KPB). Juga tidak ketinggalan Gerakan Penanganan Dampak Perubahan Iklim dan Pengendalian OPT.

“ Selain beras kami juga memantau bahan sembako lainnya, agar dapat terdistribusi dengan baik dan lancar sehingga harga bisa terkendali “ tambah Kusnardi.

Lebih lanjut Kusnardi menambahkan dalam rangka menghadapi panen raya dimulai Februari 2023 potensi luas panen seluas 36.423 hektar (BPS)telah dilakukan persiapan dan antisipasi antara lain pengerahan brigade alsintan Provinsi dan Kabupaten, panen dengan combine, menyiapkan dryer di saat musim hujan, peran serta kostraling, dan pemantauan serapan Bulog dan memastikan harga yang membuat gairah petani.

Ditempat yang berbeda, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengungkapkan bahwa interfensi ini sesuai dengan arahan bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam rangka penyediaan bahan pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Ini bertujuan mendekatkan beras produksi petani langsung ke konsumen, dengan ini diharapkan masyarakat bisa terbantu dan petani tetap bisa menikmati harga gabahnya” ungkap Suwandi

Beras tersedia cukup dan berlebih, bahkan data KSA BPS memperkirakan panen raya dimulai Februari 2022 seluas 1,4 juta hektar dengan produksi beras 4,3 juta ton melebihi kebutuhan konsumsi sebulan 2,5 juta ton beras, berarti waktunya mulai serap gabah beras petani, pungkasnya

Recent Posts

Muktamar NU Memanas; 9 Ulama Jadi Penentu, Hery Haryanto Azumi Berpeluang jadi Jalan Tengah

MONITOR, Jombang - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama memasuki fase krusial. Konfigurasi kepemimpinan PBNU periode 2026–2031…

10 jam yang lalu

Kasus Yogi Mentawai: Ombudsman Dorong Negara Kedepankan Pembinaan

MONITOR, Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia menaruh perhatian terhadap perkara Yogi Gilang Arya Setia, warga…

1 hari yang lalu

Kuasa Hukum UIN Jakarta: Penataan SIP Pamulang Bagian dari Pengamanan Aset Negara

MONITOR, Jakarta - Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Alwanih, S.H., M.H., menegaskan penataan dan…

1 hari yang lalu

Jelang ESDP 2027, Kemnaker dan IM Japan Perkuat Kesiapan Peserta Pemagangan Indonesia

MONITOR, Tokyo – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama International Manpower Development Organization (IM Japan) membahas kesiapan…

2 hari yang lalu

Menteri UMKM Pastikan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana Sumatera Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan Bantuan Presiden…

2 hari yang lalu

Danantara Indonesia Tinjau Integrasi Tiga Pilar Layanan Jasa Marga untuk Tingkatkan Customer Experience

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat integrasi tiga pilar layanan, yaitu layanan preservasi,…

2 hari yang lalu