PENDIDIKAN

1.700 Dosen Ikuti Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula Program Kemenag-LPDP

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) yang diikuti oleh 1.700 dosen.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani saat membuka acara melalui platform zoom (19/12), mengatakan peran dosen sangat strategis di era disrupsi, baik peran pendidikan dan pengajaran, penelitian dan publikasi ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat.

Guru Besar UIN Sunan Gunungdjati Bandung ini menegaskan bahwa ada empat kompetensi dosen yang harus terus dikembangkan, yaitu kompetensi professional, paedagogik, kepribadian dan kompetensi social.

“Pelatihan PKDP menjadi momentum penting mengembangkan empat kompetensi tersebut di era persaingan”, katanya.

Dani panggilan akrab Dirjen Pendidikan Islam ini berpesan agar para dosen memperkuat karakteristik dari mulai gaya mengajar yang merangsang belajar, kemampuan berkomunikasi secara jelas, menguasai materi perkuliahan dan kesiapan materi yang terorganisir dengan baik.

Selain itu lanjut Dani adalah dosen harus memiliki karakter antusiasisme yang dinamis, kepedulian pribadi terhadap mahasiswa, ketrampilan berinteraksi, fleksibilitas kreativitas dan keterbukaan, serta memiliki kepribadian yang kuat dan komitmen.

Ali Ramdhani mengajak para dosen pemula untuk menjadi taulasan baik dalam cara berfikir, bersikap dan berprilaku. “Dosen adalah model terbaik dari mahasiswanya dan itu harus dibranding sejak dini terutama keunggulan karakter”, katanya.

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Amin Suyitno di tempat terisah mengatakan kegiatan PKDP diselenggarakan dengan skema kerja sama (kolaborasi) antara Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Badan Litbang dan Diklat dan PTKIN.

Suyitno menegaskan domain pelatihan ada pada Balitbang, sementara peningkatan kapasitas dan kualitas menjadi domain Ditjen Pendidikan Islam. Karenanya perencanaan, materi-materi, pendampingan dan evaluasi dirancang Bersama.

Selama 62 hari para peserta akan diberikan materi-materi pelatihan, yang terdiri dari Perencanaan Pembelajaran, Model-Model Pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran, Prosedur dan Teknik Penyusunan Artikel Ilmiah, Dasar-Dasar Komunikasi Pembelajaran, Media Pembelajaran Era 4.0, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Jabatan fungsional dosen dan angka kreditnya dan penguatan moderasi beragama.

Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang ini berharap agar para dosen pemula ini semakin profesional, mahir dan terampil dalam mengimplementasikan tugas-tugas akademik, tugas paedagogik, menulis karya ilmiah dan menjadi pribadi yang kuat kebangsaan dan moderasi beragamanya.

Sementara itu Plt. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS) mengatakan tujuan dari Pelatihan PKDP adalah untuk menyiapkan dosen yang kompeten dalam bidang akademik, terampil dalam mengembangkan karir jabatan fungsional, serta moderat dalam perspektif keagamaan.

Pelatihan PKDP diikuti oleh 1.700 orang, terbagi dalam 43 angkatan yang berasal dari PTKIN dan PTKIS, serta perguruan Tinggi Keagamaan Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha baik negeri maupun swasta.

Menurut Syafi’i, Pelatihan PKDP berlangsung secara blanded system, yaitu 5 hari secara offline dan 57 hari secara online yang keseluruhannya meliputi 200 jam pelatihan. Tempat pelaksanaan berada di 15 Provinsi tersebar di 17 Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP): UIN Ar-Raniry Aceh, UIN Sumatera Utara, UIN Riau, UIN Padang, UIN Jambi, UIN Palembang, UIN Lampung, UIN Jakarta, UIN Bandung, UIN Purwokerto, UIN Yogyakarta, UIN Semarang, UIN Malang, UIN Surabaya, UIN Mataram, UIN Banjarmasin dan UIN Makassar.

Hadir dalam kegiatan pembukaan, Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Dr. Mastuki, M.A, Rektor PTP PKDP (PTKIN), Kasubdit Ketenagaan Direktorat Diktis Ruchman Basori, Kepala Bidang Penyelenggaraan pada Pusdiklat Tenaga Pendidikan dan Keagamaan Efa Ainul Falah dan Tim PKDP Ditjen Pendidikan Islam.

Recent Posts

Mahasiswa UIN Jakarta dan UI ungkap Model Keberlanjutan Wakaf Rumah Sakit di GLOW 2026

MONITOR, Jakarta - Integrasi tata kelola syariah dan model bisnis hibrida menjadi kunci keberlanjutan wakaf…

6 jam yang lalu

Kemnaker Buka Seleksi Administratif Calon Hakim Ad Hoc PHI hingga 22 November

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengumumkan pembukaan Seleksi Administratif Calon Hakim Ad Hoc Pengadilan…

9 jam yang lalu

Teken MoU, Kemenag dan Al-Azhar Buka Peluang Double Degree hingga Riset Bersama

MONITOR, Jakarta — Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dan Universitas Al-Azhar Asy-Syarif, Mesir, memperkuat kemitraan…

11 jam yang lalu

Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Tingkatkan Kewaspadaan di Tengah Situasi Timur Tengah

MONITOR, Jakarta - Menyikapi perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah akhir-akhir ini, Kementerian Haji…

23 jam yang lalu

Multatuli Justice Law Firm Lebak Dorong Kesadaran Hukum dan Akses Pendampingan bagi Masyarakat

MONITOR, Lebak — Multatuli Justice Law Firm hadir di Kabupaten Lebak, Banten, untuk memberikan pelayanan…

23 jam yang lalu

Disamarkan sebagai Makanan Ringan, 1.728 Kuda Laut Kering Digagalkan di Bandara RHF

MONITOR, Tanjungpinang - Sebanyak 1.728 ekor kuda laut kering dengan berat total 6,5 kilogram ditemukan…

1 hari yang lalu