PERTANIAN

Kementan Dukung Petani Aceh Giat Lakuakan PHT

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya membangkitkan kembali budidaya tanaman yang sehat dan ramah lingkungan di tengah mahalnya sarana produksi seperti pupuk dan pestisida kimia. Salah satu upaya yang terus ditempuh adalah dengan memasifkan budidaya tanaman sehat sesuai dengan prinsip-prinsip Pengelolaan Hama Terpadu (PHT).

Seperti halnya petani di tanah rencong, tepatnya di Aceh Utara dan Aceh Barat, yang merupakan alumni Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Tahun 2013 dan saat ini telah menjadi pionir bangkitnya PHT di negeri serambi mekah tersebut. 

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Mohammad Takdir Mulyadi, menyatakan bahwa Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan akan terus mengawal dan memasifkan pelaksanaan usaha tani berbasis PHT.

“Kami akan selalu konsisten mendorong dan mengawal pelaksanaan kegiatan-kegiatan usaha tani berbasis PHT, apalagi dapat dikembangkan hingga skala kawasan. Kami juga mendukung kiprah para petani alumni SLPHT untuk terus aktif menerapkan PHT dan menularkannya kepada kelompok atau petani lainnya” jelas Takdir

Sementara itu Kepala Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tumbuhan (LPHP) Peureulak, Herita Mutia, juga menerangkan bahwa petani sangat antusias dalam menanggapi program kegiatan berbasis PHT yang diberikan oleh Pemerintah Pusat.

“Karena dalam kesehariannya para petani alumni SLPHT ini konsisten berpraktik usaha tani secara PHT, jadi kegiatan pemberdayaan petani dalam pemasyarakatan PHT dapat berjalan sesuai harapan karena pola pikir petani yang sudah terbentuk sesuai prinsip PHT,” papar wanita yang akrab disapa Mutia tersebut.

Senada dengan Mutia, Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Aceh, Zulfadli, membenarkan bahwa para alumni SLPHT di Aceh ikut berandil besar dalam menyukseskan kegiatan pemberdayaan petani dalam pemasyarakatan PHT di wilayahnya sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

“Kelompok Tani Blang Cot Kuyun di Aceh Barat ini telah berhasil memproduksi Agens Pengedali Hayati (APH) Trichoderma sp. sebanyak 30 kg dan PGPR sebanyak 70 liter, yang diaplikasikan di lahan kelompok taninya sejak pra-tanam (perendaman benih) dan pada pertanaman  umur 7, 14, 21, dan 28 HST,” ungkap Zulfadli.

“Selain di Aceh Barat, ada Kelompok Tani Mawar di Aceh Utara juga berhasil memproduksi APH, yaitu Trichoderma sp. sebanyak 15 kg, Paenibacillus polymyxa sebanyak 30 liter, pestisida nabati daun sirsak sebanyak 20 liter dan daun pepaya sebanyak 20 liter,” lanjutnya

Pada kesempatan lain Direktur Jederal Tanaman Pangan, Suwandi, mengatakan bahwa pertanian ramah lingkungan harus dimasifkan dan direplikasi oleh kelompok lain terutama petani-petani yang belum menerapkan pola budidaya yang ramah lingkungan.  Di tengah kesulitan dan semakin mahalnya harga pupuk serta pestisida kimia, kehadiran PHT ini dapat memberikan secercah cahaya bagi petani dalam mempraktikan budidaya tanaman yang sehat, baik dan benar.

“Sesuai dengan arahan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa Kementerian Pertanian akan terus aktif mendorong suksesnya inovasi-inovasi teknologi pertanian berbasis PHT yang ramah lingkungan sebagai upaya peningkatan dan pengamanan produksi pangan nasional” tutup Suwandi.

Recent Posts

Kemenperin Perkuat Daya Saing IKM Perkakas Tangan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat potensi dan daya saing industri kecil dan menengah…

45 menit yang lalu

Kementerian UMKM Apresiasi Cara UKB Bandar Lampung Siasati Biaya Kemasan

MONITOR, Lampung – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengapresiasi peran Unit Kemasan Bersama (UKB)…

1 hari yang lalu

Personel RI yang Tewas di Lebanon Bertambah, DPR Dorong PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan Perdamaian

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Praka…

1 hari yang lalu

Debt Collector Tipu Ambulans-Damkar untuk Tagih Utang, Legislator: Pidanakan karena Bahayakan Nyawa Orang!

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti praktik penagihan utang oleh pihak…

1 hari yang lalu

Siswa di DIY Dikeroyok Hingga Tewas, Komisi III DPR Dorong APH Petakan Kelompok Berisiko

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding menyoroti insiden tewasnya seorang pelajar…

1 hari yang lalu

Lompatan Global Fikes UIN Jakarta: Lima Prodi Raih Akreditasi Internasional ASIIN Tanpa Syarat hingga 2030

MONITOR, Ciputat - Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menorehkan capaian strategis dalam penguatan…

1 hari yang lalu