MONITOR, Batam – Bakamla RI akan membangun 60 unit rumah susun bagi personel yang berdinas di Batam. Hal tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat Laksma Bakamla Hadi Pranoto, S. Sos., M.Si(Han) di Pulau Setokok, Barelang, Kota Batam, Sabtu (13/8/2022).
“Hari ini kita sama-sama menjadi saksi sejarah pembangunan awal Rumah Susun Bakamla RI. Semoga tujuan dibangunnya Rumah Susun dapat bermanfaat bagi pengembangan Kantor Kamla Zona Maritim Barat,” ujar Laksma Hadi Pranoto dalam sambutan pembukaan kegiatan peletakan batu pertama.
Laksma Bakamla Hadi Pranoto menambahkan, nantinya akan dibangun sebanyak 60 unit tipe 36 dengan fasilitas dua kamar, satu dapur dan satu kamar mandi. Dikatakannya pula, pembangunan Rumah Susun ini merupakan hasil kerja sama Bakamla RI dengan Kementerian PUPR, Kementerian ATR/BPN dan BP Batam.
“Saya juga sangat berterimakasih dengan teman-teman dari Kementerian PUPR, Kementerian ATR/BPN dan BP Batam, karena selama ini setiap yang kami koordinasikan selalu mendapat respon baik sehingga program pengembangan Bakamla RI Zona Maritim Barat berjalan dengan lancar,” ujar Laksma Bakamla Hadi Pranoto.
Tidak lupa, Bakamla RI mengucapkan terima kasih kepada tokoh masyarakat Kota Batam yang sudah memberikan dukungan untuk pembangunan Rumah Susun Bakamla RI,” kata Laksma Bakamla Hadi Pranoto menutup sambutannya.
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa menyusul meninggalnya 5 orang peserta…
Oleh: Zizah Nurazizah (Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang) Dunia pendidikan kita hari ini sedang…
MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menilai polemik terkait penempatan pengacara Razman Arif Nasution…
MONITOR, Jakarta — Memasuki hari operasional ke-71 penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, Selasa (30/6/2026), Kemenhaj…
MONITOR, Jakarta - Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, mengkritik kebijakan pemerintah yang melibatkan taruna…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi soal kasus dugaan intimidasi yang dilakukan…