Kamis, 11 Agustus, 2022

Kemenperin Dorong Perluasan Pasar Industri Manufaktur

MONITOR, Jakarta – Sektor industri yang menjadi penopang upaya pemulihan ekonomi terus menunjukkan kondisi ekspansi yang stabil dalam sepuluh bulan terakhir. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia menunjukkan angka 50,2 pada bulan Juni 2022. Meskipun ada sedikit kontraksi dari level PMI di bulan sebelumnya, hal ini tetap menunjukkan kembali bertumbuhnya sektor manufaktur.

“Kondisi ini juga didukung oleh kinerja ekspor sektor manufaktur yang mencapai USD14,14 Miliar pada Mei 2022, naik 7,78% dari April sebelumnya,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif di Jakarta, Sabtu (2/7/2022).

Ia menyampaikan, berdasarkan laporan S&P Global, aktivitas sektor manufaktur terus membaik, dengan volume permintaan yang terus berkembang.

“Meskipun tidak dapat dipungkiri, perlambatan PMI Manufaktur Indonesia pada Juni 2022 dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan baku yang berpengaruh pada harga output. Perlambatan ini juga dialami oleh negara-negara ASEAN lainnya,” ujar Febri.

- Advertisement -

Hingga saat ini, kondisi harga bahan baku masih dipengaruhi oleh kondisi geopolitik dunia serta kelangkaan energi. Keadaan tersebut mungkin masih akan berlanjut dengan adanya sejumlah negara yang mulai melakukan pembatasan ekspor komoditas.

Febri menyampaikan, hal ini perlu dicermati untuk dapat menentukan kebijakan terkait situasi tersebut. Melihat kondisi ini, Kemenperin terus berupaya menjaga daya saing industri nasional serta mendorong terbentuknya permintaan masyarakat.

Salah satu langkah yang diambil misalnya, dengan memfasilitasi pertemuan antara pelaku industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif dengan perusahaan-perusahaan prinsipal otomotif asal Jepang dalam rangkaian kunjungan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ke Negeri Sakura awal minggu ini.

Kegiatan ini bertujuan menjajaki peluang bagi para pelaku IKM menjadi bagian supply chain komponen mobil-mobil Jepang, termasuk di negara-negara lain yang juga menjadi tujuan investasi perusahaan otomotif tersebut.

Dalam kesempatan itu, Menperin juga mendorong para investor, termasuk dari subsektor indutri kimia serta industri flavors and fragrances, untuk memperluas hilirisasi dan diversifikasi produk di Indonesia, yang sekaligus mampu memperkuat struktur industri nasional.

Selain itu, Kemenperin berkomitmen untuk memberikan fasilitas yang dibutuhkan industri manufaktur untuk memaksimalkan utilisasinya dan meningkatkan daya saing agar dapat memperluas pasar ekspor.

“Hal ini juga akan mendukung program substitusi impor hingga 35% yang dicanangkan Kemenperin,” imbuh Febri.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER