Categories: PERTANIAN

Kementan-TNI AU Kembangkan Sorgum dan Jagung di Area Bandara El Tari Kupang

MONITOR, Kupang – Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara (AU) membudidayakan sorgum dan jagung di lahan area Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pengembangan sorgum dan jagung ini menjadi bagian dari instruksi Menteri Petanian Syahrul Yasin Limpo untuk memperkuat ketahanan pangan melalui produk pangan lokal.

“Budidaya sorgum dan jagung kita harapkan bisa menekan ketergantungan impor gandum sekaligus meningkatkan ketahanan pangan kita,” ungkap Inspektur Jenderal Kementan Jan Maringka, di Kupang, Jumat (24/06/2022) siang.

Sebelumnya, Menteri Pertanian pernah menyebutkan peran penting Inspektorat Jenderal, yaitu mengawal tercapainya misi Kementan dalam mewujudkan ketahanan pangan. Sebagai bagian memperkuat pengawasan Inspektorat Jenderal tersebut, Syahrul pun meluncurkan tagline “Jaga Pangan, Jaga Masa Depan” pada 20 April lalu.

“Upaya yang kami lakukan sekarang merupakan bagian dari program kerja panjang “Jaga Pangan, Jaga Masa Depan” sebut Jan.

Dalam kegiatan penanaman ini, Kementan memberikan bantuan berupa benih sorgum dan jagung untuk area 10 hektare dan benih mangga sebanyak 50 batang beserta pupuk NPK dan SP26. Diharapkan, komoditas pangan lokal yang dikembangkan di area bandara nantinya mampu menjadi penambah cadangan pangan Indonesia dalam menghadapi kemungkinan adanya krisis pangan.

“Kami berharap bantuan yang sudah diberikan Kementan dapat kita nikmati pada bulan Oktobe. Sehingga pada saat mendarat di Bandara El Tari, kita dapat melihat tanaman sorgum dan tanaman Jagung menghampar di area bandara,” katanya.

Apalagi tanaman Sorgum, disebut Jan, merupakan salah satu tanaman alternatif sumber pangan sehat bebas gula yang bisa menjadi pengganti beras. Pengembangan sorgum bisa membantu Indonesia bila kelak menghadapi krisis pangan.

“Pengembangan pangan lokal dengan memanfaatkan lahan potensial seperti area bandara ini bisa membantu wujudkan ketahanan pangan. Maka program ini harus kita wujudkan bersama, bukan hanya Kementan tapi juga kolaborasi semua pihak.,” katanya.

Recent Posts

Panen 88 Hari, Demplot Padi Organik di Subang Tingkatkan Produktivitas hingga Tiga Kali Lipat

MONITOR, Subang – Demplot budidaya padi organik di kawasan Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan,…

1 hari yang lalu

DPR Dukung Aksi Jerhemy Nemo Tebang Sawit Ilegal, Dorong Gerakan Penghijauan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan memuji aksi penghijauan yang dilakukan…

2 hari yang lalu

Legislator Soroti Dugaan Klaim Fiktif JKN, Dorong Agar Diusut Tuntas karena ‘Rampok’ Uang Rakyat

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti dugaan praktik klaim fiktif Jaminan…

2 hari yang lalu

Evaluasi Haji Embarkasi Banjarmasin, Menhaj Utamakan Istithaah Kesehatan Hingga Nol Toleransi Pelanggaran

MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa evaluasi…

2 hari yang lalu

Perkuat Ekosistem Transportasi Berkelanjutan, Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan…

2 hari yang lalu

Sikapi Penyesuaian BPIH 2027, Menhaj Tekankan Efisiensi Tanpa Turunkan Kualitas Layanan

MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa Biaya…

2 hari yang lalu