PERTANIAN

SYL Paparkan Strategi Pengamanan Pangan Nasional Hadapi Geopolitik dan Geostrategi Dunia

MONITOR, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memastikan pengamanan pangan nasional dalam menghadapi geopolitik dan geostrategi dunia dalam kondisi aman dan terkendali. Hal tersebut disampaikan SYL pada acara pra rakernas Partai Nasdem, Kamis, 9 Juni 2022.

Menurut SYL, strategi yang dibangun sejauh ini sudah selaras dengan program jangka panjang kementan, terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan peningkatan daya saing berkelanjutan. Diantaranya meningkatkan kapasitas produksi dan menguatkan cadangan sistem logistik pangan.

“Strategi pembangunan pertanian yang kita jalankan sudah sejalan dengan program jangka panjang ketahanan pangan dan peningkatan daya saing berkelanjutan,” ujar SYL, Rabu siang.

SYL mengatakan, pertanian merupakan sektor yang sangat penting dalam menopang berbagai aspek. Termasuk aspek ekonomi maupun pembukaan lapangan kerja hingga berjuta-juta.

“Kita sudah memiliki cara bertindak seperti peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi pangan lokal, pengembangan pertanian modern dan gerakan tiga kali ekspor (gratieks),” katanya.

Disisi lain, SYL menegaskan bahwa kebutuhan 12 bahan pokok yang selama ini dijaga Kementan dalam kondisi aman dan cukup. Tidak ada kekurangan apalagi kelangkaan. Hanya saja kata dia, ada empat komoditas yang dilakukan impor. Pertama, daging, kedua gula, ketiga kedelaj dan keempat bawang putih.

“Ada 12 komoditas yang kita jaga yaitu beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, minyak goreng dan lain-kain. Posis strategi pertanian ntuk memenuhi kebutuhan pangan 273 juta penduduk dipastikan cukup. Tapi yang perlu diingat juga bahwa pertanian telah membuka lapanga kerja dan memperkuat neraca perdagangan Indonesia,” katanya.

Perlu diketahui, Indonesia berhasil meningkatkan produksi beras nasional sehingga dalam 3 tahun terakhir tidak melakukan impor. Padahal, sebelumnya, Indonesia mengimpor beras 1,5 sampai 2 juta ton beras setiap tahunnya.

Sejalan dengan meningkatnya produksi, nilai tukar petani pada Januari 2022 mencapai 108,67 atau naik sebesar 0,30 persen. Sedangkan nilai tukar usaha petani (NTUP) mencapai 108,65 atau naik 0,12 persen. Selain itu terdapat juga rangkaian curva NTP yang sangat positif yang terjadi di sepanjang periode 2020 lalu.

Recent Posts

BEM UPH Medan Gelar Spirit Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Generasi Unggul

MONITOR, Medan – Semangat hidup sehat dan kolaborasi lintas komunitas mewarnai gelaran Spirit Run 2026…

40 menit yang lalu

Kemnaker Perkuat Pembekalan Mahasiswa Hadapi Green Jobs dan Dunia Kerja Digital

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan melalui Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) terus memperkuat pembekalan mahasiswa untuk menghadapi…

2 jam yang lalu

Bappebti Dorong Percepatan SRG di Sulawesi Selatan

MONITOR, Makassar – Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) terus mendorong percepatan implementasi…

4 jam yang lalu

Update Korban Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur: 14 Meninggal dan 84 Luka, Posko KAI Dibuka untuk Keluarga

MONITOR, Bekasi - Peristiwa kecelakaan tabrakan Kereta Api Commuter Line dan KA Jarak jauh Argo…

4 jam yang lalu

Rektor UIN Jakarta Perkuat Diplomasi Moderasi Beragama dalam Forum Internasional di Wina, Austria

MONITOR, Wina, Austria - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar menghadiri pertemuan internasional…

6 jam yang lalu

KAI Sampaikan Permohonan Maaf, Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

MONITOR, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan telah terjadi insiden operasional di wilayah…

11 jam yang lalu