Pemerkosa 13 santriwati di Bandung, Herry Wirawan/ dok: net
MONITOR, Bandung – Terpidana kasus pemerkosaan terhadap 13 santriwati di Bandung, Herry Wirawan, resmi divonis hukuman mati oleh Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Bandung.
Majelis hakim menganulir hukuman penjara seumur hidup yang semula dijatuhkan pada Herry Wirawan, menjadi hukuman mati. Selain hukuman mati, Herry juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian atau restitusi.
Sementara itu, Majelis Hakim juga mengirim korban serta anak hasil perbuatan Herry Wirawan dan korban diurus oleh pemerintah. Pengurusan oleh pemerintah itu asalkan mendapat izin orang tua dan dilakukan evaluasi berkala.
Menanggapi vonis majelis hakim, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun turut bicara. Meski menurutnya hukuman mati di Indonesia masih menuai kontroversi, namun ia berharap putusan tersebut adil.
“Semoga ini memenuhi rasa keadilan masyarakat,” ujar Ridwan Kamil dalam keterangannya, Selasa (5/4/2022).
“Walaupun hukuman mati masih menjadi kontroversi dalam sistem hukum Indonesia dan internasional,” sambungnya lagi.
MONITOR, Jakarta - Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan PT Jasa Marga (Persero)…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menetapkan pembagian petugas Haji Khusus berdasarkan ketentuan…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama membuka pendaftaran seleksi nasional murid baru pada madrasah unggulan untuk…
MONITOR, Jakarta - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, memberikan penguatan awal tahun 2026…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di awal tahun 2026 meraih sertifikat ISO…