PEMERINTAHAN

Kemenag: TPG Madrasah Telat Karena Administrasi, Bukan MBG

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) memberikan klarifikasi tegas terkait isu miring yang beredar mengenai keterlambatan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) Madrasah periode Januari-Februari 2026. Kemenag memastikan bahwa keterlambatan ini murni masalah administratif dan sama sekali tidak terkait dengan alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag, Suyitno, menegaskan bahwa anggaran untuk TPG dan program MBG berada pada jalur yang berbeda. Ia membantah keras adanya isu pemangkasan dana guru untuk program makan siang tersebut.

“Enggak, enggak ada hubungannya itu. Jadi kalau soal TPG itu semata-mata karena proses administrasi. Enggak ada kaitannya dengan itu (pemangkasan anggaran untuk MBG), titik,” tegas Suyitno saat diwawancarai di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Suyitno menjelaskan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh adanya penambahan jumlah penerima sertifikasi baru yang memerlukan penyesuaian anggaran. Kemenag saat ini tengah mengajukan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) kepada Kementerian Keuangan.

Saat ini program sertifikasi guru madrasah telah memasuki batch 4, yang menyebabkan adanya penambahan kuota penerima. Karena jumlah penerima bersifat dinamis, sisa kebutuhan anggaran yang tidak ter-cover di anggaran reguler harus melalui jalur ABT agar dapat dicairkan.

Kemenag menyadari bahwa TPG merupakan hak vital bagi para pendidik. Oleh karena itu, pihak Dirjen Pendis berharap para guru madrasah tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar.

“Kami tetap mengajukan (ABT) karena bagaimanapun jumlahnya sedang proses. Kami harap para guru memahami bahwa tunjangan akan segera dibayarkan begitu anggaran tersedia,” tambah Suyitno.

Recent Posts

Menteri UMKM Pastikan Keberlangsungan Pemberdayaan Pengusaha Perempuan di Pulau Rinca NTT

MONITOR, Labuan Bajo – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman meninjau…

3 jam yang lalu

Respons Aspirasi Guru, Kemenag Kebut Sertifikasi 467 Ribu Guru dan Naikkan Insentif Setara UMK

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan guru binaan. Fokus…

3 jam yang lalu

FEB UIN Jakarta Jajaki Kerja Sama Strategis dengan BPS Tangsel Perkuat Literasi Data

MONITOR, Tangerang Selatan - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ibnu…

4 jam yang lalu

Kembangkan Teknologi Pengolahan Air, Tiga Perusahaan Jajaki Kerja Sama Strategis di Kawasan Industri

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat penguatan infrastruktur pengelolaan air dan limbah di kawasan…

6 jam yang lalu

DPR Dorong Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur dan Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyampaikan duka cita yang…

6 jam yang lalu

Komisi IX DPR Kritik BGN Tetap Beri Insentif Besar ke SPPG Meski Tutup

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris mengkritik keras kebijakan Badan…

6 jam yang lalu