BUMN

Jasa Marga Salurkan Rp150 Juta untuk Pembangunan Biogas Program Konservasi Sungai Citarum

MONITOR, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk turut mendukung program konservasi Sungai Citarum dengan membangun enam titik biogas di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Program ini merupakan program kolaborasi dengan Perum Jasa Tirta II yang merupakan upaya community empowerment sebagai dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat dan konservasi sungai Citarum untuk pencegahan pencemaran sungai dari kotoran hewan peternakan sapi yang lokasinya sangat berdekatan dengan hulu sungai Citarum.

Penyelanggaran acara serah terima bantuan untuk program tersebut dihadiri oleh General Manager Representative Office (RO) 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMTRD) Thomas Dwiatmanto, Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko Perum Jasa Tirta II Indriani Widiastuti dan Kasie Ketertiban dan Ketentraman Kecamatan Pengalengan Agus Setia Rohmana di Bandung (17/02).

General Manager RO 3 JMTRD Thomas Dwiatmanto berharap bantuan yang diberikan melalui program yang bersinergi dengan Perum Jasa Tirta II ini turut membantu mengurangi pencemaran Sungai Citarum serta sekaligus memberikan nilai lebih bagi masyarakat.

“Berdasarkan data yang kami peroleh dari Perum Jasa Tirta II, kotoran hewan peternakan sapi yang mencemari daerah aliran Sungai Citarum mencapai sekitar 2.600 ton/tahunnya. Tidak hanya untuk mengurangi dampak pencemaran ini, program ini juga dibarengi dengan community empowerment yang berdampak pada perekonomian masyarakat seperti munculnya pengolahan biogas, peternakan cacing dan pupuk organik,” ujar Thomas.

Di kesempatan berbeda, Corporate Communication and Community Development Jasa Marga Dwimawan Heru menambahkan bahwa Program Pembangunan Biogas ini selaras dengan fokus implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Jasa Marga (TJSL) yang berbasis pada Sustainability Development Goals (SDGs)/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

“Program ini mencerminkan TPB nomor 7 yaitu Energi Bersih dan Terjangkau yang salah satunya adalah rasio penggunaan gas rumah tangga. Hadirnya produk dari biogas ini menjadi salah salah satu Energi Terbarukan yang menjadi lahan perekonomian yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebelumnya, masyarakat sekitar menggunakan gas LPG 3 Kg sekitar empat tabung per bulan, dengan harga sebesar Rp25.000 per tabungnya. Setelah beralih menjadi pengguna biogas, setiap kepala keluarga dapat menghemat penggunaaan gas LPG sebesar Rp100.000 setiap bulannya,” tambah Heru.

Heru juga menambahkan, masyarakat sekitar juga dapat terlibat dalam berbagai kegiatan seperti pelatihan produksi pupuk organik, pelatihan budidaya cacing dengan pendampingan serta monitoring dan evaluasi oleh BUMN yang terlibat dalam program ini sehingga berpotensi untuk mendapatkan penghasilan hingga Rp1.000.000/bulannya.

“Kami berharap sinergi yang telah terjalin antara Jasa Marga dengan BUMN lainnya untuk pengembangan program TJSL BUMN akan berjalan lebih baik ke depannya. Kami sangat mendorong sinergi dan kolaborasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan,” tutup Heru.

Salah satu warga Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, Fariz, menyambut baik program TJSL ini. Ia berterima kasih atas bantuan yang diberikan, sehingga permasalahan limbah kotoran hewan peternakan sapi yang selama ini mencemari aliran Sungai Citarum dapat teratasi.

“Selain penanganan limbah, kami juga diberikan pelatihan mengolah biogas agar berkelanjutan. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan akan gas untuk rumah tangga, warga juga akan menerima pelatihan agar biogas yang kami hasilkan bisa dipasarkan. Tentu saja saya bersama seluruh warga berterima kasih akan bantuan yang diberikan Jasa Marga ini,” ujar Fariz.

Beberapa waktu lalu Jasa Marga juga bersinergi dengan PTPN X dan PTPN X melalui Program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) Tahun 2021 yang ditujukan untuk Petani Tebu di Madiun dan Jombang. Tidak hanya itu, Jasa Marga juga menginisiasi program Jasa Marga River Front Edu Centre Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci) yang menggandeng sejumlah BUMN Infrastruktur dalam pengembangannya.

Recent Posts

100.000 Jemaah Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Wujud Syukur atas Kemerdekaan Indonesia

MONITOR, Jakarta - Suasana khidmat menyelimuti kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu malam, 1…

19 jam yang lalu

Wamenaker Tekankan Penguatan Kompetensi dan Kemampuan Bahasa untuk Perluas Peluang Kerja

MONITOR, Yogyakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya penguatan kompetensi dan kemampuan…

2 hari yang lalu

AAWC 2026, Prof Rokhmin dorong Kerja Sama Asia-Pasifik Perkuat Ketahanan Air dan Adaptasi Perubahan Iklim

MONITOR, Vientiane, Laos – Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan RI…

2 hari yang lalu

Tegas, Kemenhaj Ancam Cabut Izin Hingga Pidanakan Travel Nakal Penelantar Jemaah

MONITOR, Medan - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk melindungi para…

2 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perluas Pasar Pengusaha Kopi Terdampak Bencana Lewat ICX Medan

MONITOR, Medan – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat upaya pemulihan ekonomi…

2 hari yang lalu

Waka Komisi IX DPR Soal Putusan MK: MBG Harus Terus Berkelanjutan Demi Investasi SDM Unggul RI

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi…

3 hari yang lalu