HUKUM

Sidang Kasus Hoaks Babi Ngepet di Depok, Jaksa: Terdakwa Perintahkan 4 Orang Telanjang Bulat

MONITOR, Depok – Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Depok hadirkan 2 saksi kunci perkara dalam sidang lanjutan terdakwa Adam Ibrahim terkait Pembuat kasus hoaks babi ngepet di Depok. Sidang dilakukan di Pengadilan Negeri Depok, Selasa (28/9/2021).

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok Andi Rio Rahmat mengatakan, Jaksa Alfa Dera dan Jaksa Putri, menghadirkan 2 orang saksi bernama Eka Rizky dan Adi Firmanto.

Saksi Eka Rizky diperintahkan terdakwa untuk mengambil babi yang dipesan oleh terdakwa melalui online. Sedangkan, saksi Adi Firmanto bersaksi dirinya adalah orang yang diminta terdakwa menyerahkan uang guna ritual, yang mana uang tersebut ternyata digunakan untuk pembelian babi.

“Di persidangan, Jaksa Alfa Dera menunjukkan alat bukti komunikasi WhatsApp terkait perbuatan terdakwa Adam Ibrahim dalam menyusun skenario penangkapan babi serta keterangan terdakwa mengomandoi penangkapan babi,” kata Andi Rio, dalam keterangan Pers yang diterima MONITOR, Selasa (28/09).

“Bukti komunikasi tersebut ditunjukkan sebagai bukti terdakwa memerintahkan 4 orang untuk menangkap babi. Disatu titik, terdakwa memerintahkan 4 orang tersebut untuk telanjang bulat,” sambungnya menjelaskan.

Disebutkan Andi, selain sebagai orang yang menyerahkan uang untuk ritual, saksi Adi Firmanto juga berperan sebagai orang yang memegang baju dan celana saat 4 saksi lain tidak mengenakan pakaian.

Dalam persidangan tersebut, terungkap bahwa keterangan dari Eka Rizky mengenai alur kejadian perkara.

“Saat ditengah kegelapan itu terdakwa menerima pesanan babi yang dibawa saksi Eka Rizky didepan rumah terdakwa,” tegas Andi.

Lebih lanjut Andi mengatakan, fakta dalam persidangan saksi Eka Rizky juga menyampaikan bahwa babi yang ditangkap tersebut adalah babi yang sebelumnya dipesan oleh terdakwa. Selanjutnya, Eka Rizky mendengar kabar jika terdakwa mengumumkan babi tersebut adalah babi ngepet yang ia tangkap.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Adam Ibrahim dengan Pasal 14 Ayat (1) atau Ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

Adam didakwa menyebarkan berita bohong dan menyebabkan keonaran di masyarakat. Sidang lanjutan ini akan dilakukan kembali pada 5 Oktober 2021.

Recent Posts

Menag Suarakan Diplomasi Keagamaan Global di Internasional Sant’egidio Assisi

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, akan menghadiri…

16 jam yang lalu

Kemnaker Buka Pendaftaran Peserta MagangHub Batch 3 pada 27 Oktober

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran calon peserta Program Magang Nasional (MagangHub) Batch…

16 jam yang lalu

Wamen Helvi: Jambore Kumitra Kalsel Perluas Akses Pembiayaan dan Pasar UMKM

MONITOR, Banjarmasin – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggelar Jambore Kumitra 2026 di…

16 jam yang lalu

Kemenag Siapkan Lima Program untuk Perkuat Masa Depan Santri dan Pesantren

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mempersiapkan lima program untuk memperkuat masa depan santri dan pesantren.…

2 hari yang lalu

Jasa Marga Optimalkan Preservasi Jalan Tol untuk Jaga Keandalan dan Kelancaran Perjalanan

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Maintenance…

3 hari yang lalu

Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi bagi Pekerja Terdampak PHK

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjelaskan persyaratan dan mekanisme pendaftaran program pelatihan vokasi bagi…

3 hari yang lalu