Categories: PARLEMEN

Satpol PP Gowa Pukul Ibu Hamil, PPP: Ini Tidak Boleh Terulang!

MONITOR, Jakarta – Tindakan arogan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gowa dalam penertiban sebuah kafe di masa PPKM menuai protes dari Ketua DPP PPP bidang isu strategis, Patrika S.A Paturusi.

Politikus yang akrab disapa Anggie ini menilai perilaku arogan oknum Satpol PP tersebut tidak bisa dibenarkan kendati memiliki tujuan yang baik. Ia menyesalkan tindakan aparat yang dinilai bertindak terlalu jauh dengan melakukan pemukulan terhadap wanita.

“Cara-cara seperti ini tidak boleh terulang, dan saya sangat menyesalkan pemukulan yang dilakukan oleh oknum Satpol PP terhadap wanita” ujar Anggie dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis, 15 Juli 2021.

Ia pun meminta aparat berlaku lebih manusiawi dalam menyikapi dinamika masyarakat untuk menaati aturan pemerintah. “Seharusnya aparat yang bertugas bisa lebih manusiawi, tidak semestinya menghilangkan tata krama dan kesopanan dalam menegakan aturan,” ucap Anggie.

Lebih lanjut, Anggie meminta aparat lebih sabar dan santun dalam menegur masyarakat yang melakukan pelanggaran. “Ketegasan itu penting, namun yang tidak kalah penting adalah ketegasan melalui keteladanan, pengayoman, dan kesantunan,” tambahnya.

Sebelumnya dikabarkan seorang perempuan diduga hamil dipukul oleh oknum Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Gowa. Pemukulan ini dilakukan saat penertiban warung PPKM. Warung makan itu diketahuhi milik Rosmayanti dan Ivan. Informasi yang beredar di media sosial, saat itu petugas melakukan penertiban PPKM.

Akan tetapi, warung milik Rosmayanti dan Ivan ini sudah tutup sejak pukul 19.00 WIB. Meski sudah tutup, keduanya sedang melakukan live Facebook untuk mempromosikan dagangan. Aktivitas ini dilakukan di cafe yang juga rumah tinggal mereka.

Recent Posts

Imlek 2026, Ketua HKTI Lumajang Gaungkan Toleransi dan Harmoni Jelang Ramadhan

MONITOR, Lumajang - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lumajang, Muhammad…

2 jam yang lalu

DPR Dukung Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan Jatuh pada 19 Februari 2026

MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, menyampaikan bahwa keputusan Sidang Isbat yang…

3 jam yang lalu

Optimalkan Skema Murur dan Tanazul, Pemerintah Perketat Haji Ramah Lansia

MONITOR, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya untuk melindungi jemaah…

4 jam yang lalu

Beda Awal Ramadan 1447 H, MUI Ajak Umat Saling Menghormati

MONITOR, Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH. Anwar Iskandar, mengungkapkan, perbedaan dalam penentuan…

6 jam yang lalu

Satgas Kuala TNI-Jhonlin Bergerak Cepat, Atasi Sedimentasi Aceh Tamiang

MONITOR, Jakarta - Satgas Kuala TNI–Jhonlin terus menunjukkan kinerja nyata dalam penanganan sedimentasi di Muara…

13 jam yang lalu

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh Kamis 19 Februari 2026

MONITOR, Jakarta – Pemerintah resmi menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.…

16 jam yang lalu