Rabu, 4 Agustus, 2021

Sri Mulyani Akui Penyusunan RAPBN Tahun 2022 Tidak Mudah

MONITOR, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan penyusunan RAPBN 2022 dilakukan ditengah faktor ketidakpastian yang tinggi di masa pandemi. Tentunya, kata dia, pencapaian tersebut tidaklah mudah.

“Meski indikator ekonomi hingga Semester 1 tahun 2021 menunjukkan momentum pemulihan ekonomi yang menguat, kita tidak boleh lengah,” kata Sri Mulyani mengingatkan, Rabu (7/7/2021).

Ia menjelaskan kebijakan counter cyclical ditempuh untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dan penguatan reformasi struktural, serta mendukung target pembangunan.

Selain itu, pengelolaan fiskal juga akan dikelola secara pruden dan berkelanjutan dengan konsolidasi fiskal secara bertahap, dan defisit diharapkan dapat kembali ke maksimal 3 persen dari PDB pada 2023.

- Advertisement -

“Berkat kerja sama dan kolaborasi yang baik, serta i’tikad baik untuk mempercepat pemulihan ekonomi, penyampaian hasil laporan pembahasan pembicaraan pendahuluan RAPBN 2022 dan RKP 2022 antara Pemerintah dan Banggar DPR RI dapat diterima dalam Sidang Paripurna DPR RI,” tuturnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER