JABAR-BANTEN

Pekarangan Pangan Lestari Perkokoh Ketahanan Pangan Keluarga

MONITOR, Serang – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Aan Muawanah mengungkapkan untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga pihaknya kini terus mengembangkan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di daerahnya.

“Pekarangan Pangan Lestari ini sangat bagus. Saya yakin program ini tidak hanya mampu memperkokoh ketahanan pangan keluarga, juga mengatasi rentan rawan pangan,” ungkapnya saat ditemui dikantornya, Selasa (4/5/2021).

Menurutnya program P2L dapat dilakukan dengan mengajak beberapa pihak terkait sehingga nantinya tidak ada lagi lahan-lahan kosong tanpa tanaman.

“Kami juga berencana akan mengembangkan P2L bekerjasama dengan developer perumahan, dan pondok pesantren yang ada di Banten yang jumlahnya lebih dari 4.000 lembaga,” ujarnya.

“Kalau ini bisa kita lakukan, ketahanan pangan masyarakat akan kuat. Karena itu, kami juga mohon dukungan semua pihak,” tambah Aan Muawanah.

Program P2L yang dikembangkan Badan Ketahanan Pangan, sesuai dengan arah dan kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk mengajak masyarakat mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi, mengingatkan kepada Dinas Ketahanan Pangan agar terus melakukan pembinaan.

“Konsep P2L ini sangat bagus, agar kebutuhan pangan keluarga bisa didapat dari pekarangan sendiri, karena itu keberlanjutannya harus benar-benar diperhstikan,” pesan Agung diberbagai kesempatan.

Salah satu P2L yang cukup bagus perkembangannya adalah yang dikelola Kelompok Wanita Tani (KWT) Cahaya Mandiri yang berada di kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, kota Cilegon, Banten.

Kelompok yang menggarap lahan pekarangan 1.000 meter dengan 30 anggota ini mengusahakan kacang panjang, mentimun, cabai, tomat dan terung. Selain itu juga ada singkong, jagung, dan talas.

“Melihat manfaat dari pemanfaatan pekarangan, kami bertekad untuk terus mengembangkan lahan pekarangan. Ini kan bisa untuk konsumsi sendiri, dan sisanya bisa dibagikan atau dijual,” ujar Ketua KWT Cahaya Mandiri Lisnawati.

Recent Posts

BBM Nelayan Rp15.000, GNTI: Benahi Akses dan Tata Kelola agar Kebijakan Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Ketua PP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Bidang Nelayan, Sarana dan Prasarana,…

9 jam yang lalu

LSAK Desak Presiden Copot Jaksa Agung, Sebut Jadi Tolok Ukur Independensi Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta – Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Presiden segera mencopot Jaksa Agung ST.…

9 jam yang lalu

Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang untuk Perluas Peluang Kerja bagi Tenaga Kerja Indonesia

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memetakan kebutuhan industri Jepang dalam upaya menyelaraskan penyiapan tenaga…

13 jam yang lalu

Komnas Haji: Skema Biaya Haji 2027 Populis tapi Berpotensi Mengganggu Keberlanjutan

MONITOR, Tangerang Selatan - Ketua Komnas Haji, Dr. H. Mustolih Siradj, S.H.I., M.H., menilai rancangan…

14 jam yang lalu

Legislator Soal Remaja Diperkosa 27 Orang: Ini Extraordinary Crime yang Perlu Penanganan Luar Biasa

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyatakan keprihatinannya atas kasus dugaan pemerkosaan…

19 jam yang lalu

Legislator Usul DPR Gunakan Hak Angket Atasi Ketegangan Polri Vs Kejaksaan Buntut Kasus Hukum Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman meminta DPR menggunakan hak…

19 jam yang lalu