BERITA

Akademisi IPB: Fluktuasi Harga Cabai adalah Siklus Musiman Biasa

MONITOR, Jakarta – Pengamat pangan IPB sekaligus Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santoso mengatakan bahwa dalam waktu dekat kondisi harga komoditas cabai di pasaran secara perlahan akan berangsur rurun.

Menurut Dwi Andreas, kenaikan yang terjadi selama ini merupakan siklus musiman biasa yang disebabkan cuaca ekstrem, seperti curah hujan tinggi. Siklus ini bahkan sudah diamati dirinya sejak 7 tahun lalu, dan dijumpai setiap puasa dan lebaran harga komoditas utama seperti cabai, bawang dan ayam potong akan mengalami kenaikan.

“Sebenarnya tidak ada kaitannya dengan ramadhan atau lebaran. Kenaikan ini hanya siklus musiman biasa akibat cuaca ekstrim. Dan kalau kita perhatikan saat ini nampaknya mulai kembali normal,” ujar Dwi Andreas dalam sesi program bisnis TvOne, Rabu, 7 April 2021.

Disisi lain, kata Dwi, kondisi harga subsektor tanaman pangan sejauh ini dalam kondisi yang wajar. Hal ini bisa dilihat dari data margin perdagangan dan pengangkutan (MPP) tanaman pangan selama 5 tahun terakhir.

“Kalau kita melihat data MPP hortikukultura memang relatif tinggi bahkan bisa 60 persen. Tapi kalau MPP untuk tanaman pangan selama 5 tahun ini masih dalam batas wajar, yakni sekitar 20 persen.”

“Apalagi kalau kita kaitkan dengan pembelian cabai dengan harga yang mahal itu kadang-kadang memilki dampak bagus, karena membantu peningkatan kesejahteraan petani,” katanya.

Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Ermarini mengatakan bahwa ke depan harus ada analisa yang dalam mengapa kondisi harga di lapangan mengalami lonjakan.

“Saya setuju kalau kenaikan ini karena siklus, tapi bukan siklus yang biasa saja. Perlu anasilis yang dalam seperti apa dan kira kira sampai berapa lama kenaikan ini terjadi. Saya kira ini sangat penting sebab petani butuh kepastian,” katanya.

Untuk menjawan berbagai analissis tersebut, Komisi IV, kata Anggia akan melakukan pengecekan langsung mengenai situasi yang terjadi di lapangan. “Minggu ini kita akan datang ke pasar dan ke Bulog untuk mengecek langsung seperti apa situasi harga di lapangan,” katanya.

Asosiasi Pedagang Pasar, Ngadiran juga menyampaikan keyakinan yang sama. Ia yakin bahwa kondisi harga-harga di lapangan akan kembali pulih dalam waktu dekat. Meski demikian, ia meminta pemerintah tetap memberi kepastian, agar masyarakat bisa menjalankan ibadahnya dengan baik.

“Kondisi saat ini bulan puasa belum masuk, tapi ada beberapa komoditi yang harganya masih bertahan di atas. Untuktu cabai memang sudah turun, tetapi kalau naik, untungnya harus benar-benar sampai ke tingkat petani,” tutupnya.

Recent Posts

Menhaj: Pengelolaan Dana Haji Harus Aman dan Produktif

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pentingnya keseimbangan antara keamanan…

9 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Karhutla Bisa Diantisipasi, Jangan Tunggu Bencana Baru Bergerak

MONITOR, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dicegah sebelum meluas, bukan baru ditangani…

1 hari yang lalu

GPK Desak Polemik Pemakzulan Gibran Diakhiri, DPR Diminta Fokus pada RUU Perampasan Aset dan Pemilu

MONITOR, Jakarta - Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) meminta DPR dan pemerintah tidak membiarkan polemik pemakzulan…

2 hari yang lalu

Ekonomi Biru Bisa Buka 45 Juta Lapangan Kerja, Hilirisasi Jadi Kunci

MONITOR, Jakarta - Indonesia memiliki potensi ekonomi kelautan yang diperkirakan mencapai 1,4 triliun dolar AS…

2 hari yang lalu

Menag Apresiasi Kerja Kehumasan ASN Kemenag atas Raihan Top GPR Figure Award 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara…

2 hari yang lalu

Jasa Marga Raih Top 10 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil meraih peringkat 10 dalam ajang Danantara…

2 hari yang lalu