Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay (dok: google)
MONITOR, Jakarta – Diizinkannya kran investasi bagi industri minuman keras (miras) di beberapa wilayah Indonesia menuai kritik dari Fraksi PAN DPR. Saleh Daulay, selaku Ketua Fraksi PAN DPR menilai Perpres investasi miras telah menimbulkan kontroversi.
Untuk itu, ia meminta pemerintah benar-benar mengkaji ulang keberadaan Perpres tersebut. Apalagi, dikatakan Saleh, belum lama ini masyarakat Papua menolak mentah-mentah wilayahnya diperbolehkan untuk dijadikan titik investasi miras.
“Bagi PAN, Perpres Investasi Miras harus dikaji ulang karena menimbulkan kontroversi,” kata Saleh Daulay, dalam keterangannya.
Saleh mengingatkan, tidak semua masyarakat Papua ataupun NTT senang dengan kehadiran industri miras di wilayah mereka. Ketua DPP PAN ini pun meminta agar pemerintah mempertimbangkan aspirasi mereka.
“Bagi mereka yang daerahnya diperbolehkan seperti Papua dan NTT, belum tentu semua masyarakatnya itu senang tempat mereka dijadikan investasi Miras,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…
MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…
MONITOR, Jakarta - Ambisi Indonesia memperluas kawasan konservasi laut hingga 97,5 juta hektare pada 2045…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan membuka pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan…