EKONOMI

Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Pemanfaatan Biodiversitas Laut Berbasis Inovasi menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Yogyakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan National Policy Dialogue bertajuk “Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan: Orkestrasi Pengetahuan, Inovasi, dan Geopolitik dalam Ekonomi Biru Indonesia” di Universitas Gadjah Mada, Kamis (22/5).

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat arah pembangunan ekonomi biru nasional melalui pemanfaatan kekayaan hayati kelautan Indonesia secara berkelanjutan, inovatif, dan berdaulat. Dialog nasional tersebut menghadirkan akademisi, peneliti, pemangku kebijakan, serta pelaku industri dalam membahas masa depan sektor kelautan Indonesia di tengah dinamika geopolitik global dan tantangan perubahan iklim.

Dalam forum tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI yang juga Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS memaparkan materi mengenai transformasi pemanfaatan biodiversitas laut berbasis inovasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Indonesia memiliki keunggulan komparatif luar biasa sebagai negara dengan biodiversitas laut terbesar di dunia. Potensi tersebut harus ditransformasikan menjadi keunggulan kompetitif melalui penguatan riset, inovasi teknologi, hilirisasi industri, dan pembangunan ekonomi biru berbasis ilmu pengetahuan,” katanya.

Menteri Kelautan dan Perikanan era Presiden Gus Dur dan Megawati itu menegaskan bahwa biodiversitas laut tidak hanya menghasilkan pangan konvensional, tetapi juga berpotensi besar dalam pengembangan pangan fungsional, farmasi, kosmetik, bioenergi, biomaterial, hingga industri bioteknologi kelautan.

“Karena itu, sektor kelautan harus menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus fondasi kedaulatan pangan, energi, dan kesehatan bangsa,” jelasnya.

Dalam paparannya, Prof. Rokhmin juga menyoroti berbagai tantangan pembangunan sektor kelautan Indonesia, mulai dari rendahnya hilirisasi industri, lemahnya riset dan inovasi, minimnya akses permodalan nelayan dan UMKM, hingga ancaman overfishing, pencemaran laut, dan perubahan iklim global.

Sebagai solusi, ia menawarkan strategi transformasi ekonomi biru berbasis inovasi melalui:
modernisasi akuakultur dan perikanan tangkap, penguatan industri bioteknologi kelautan, hilirisasi komoditas kelautan, pengembangan industri farmasi laut dan bioenergi, penguatan SDM dan riset, serta perluasan skema blue finance dan kawasan industri biru.

Forum ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat orkestrasi pengetahuan, inovasi, dan geopolitik kelautan Indonesia guna mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang maju, berdaulat, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Recent Posts

Rekor Pendaftar Terbanyak: 3.420 Abstrak Bersaing Ketat di AICIS+ 2026, 384 Naskah Lolos Seleksi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat…

1 jam yang lalu

Kemnaker Minta Peserta MagangHub Batch 2 Tertib Administrasi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II tertib memenuhi…

2 jam yang lalu

Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Jadi Pencipta Solusi melalui Kewirausahaan

MONITOR, Bandung - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengajak mahasiswa mengembangkan…

2 jam yang lalu

Panen Demplot ExtraGen di Malang Tembus 12,5 Ton per Hektare, Pemkab Siapkan Pengembangan Lebih Luas

MONITOR, Malang - Pemerintah Daerah Kabupaten Malang bersama PT Indoraya Mitra Persada 168 (IMP 168)…

17 jam yang lalu

Kemenag RI Turun Tangan di GKPI Mauk Sepatan, Gembok Dikembalikan dan Jamin Kebebasan Beribadah

MONITOR, Tangerang — Kementerian Agama RI melalui Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, turun…

1 hari yang lalu

Produksi Padi dan Cabai Bogor Meningkat dalam Demplot Aplikasi Pupuk Hayati ExtraGen

MONITOR, Bogor - Produksi padi di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor meningkat hingga mencapai 9 ton…

2 hari yang lalu