EKONOMI

Ekspor Ikan Natuna Tembus 1,2 Miliar Rupiah, Karantina Kepri: Semua Dalam Keadaan Sehat

MONITOR, Natuna – Sektor perikanan Natuna terus menorehkan prestasi yang membanggakan. Sebanyak 11.735 ekor ikan hidup dengan nilai 1,2 miliar rupiah berhasil tembus ke pasar Hongkong, Sabtu (17/05).

Sebelum dilalulintaskan, Balai Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) melalui Satuan Pelayanan Natuna melakukan pemeriksaan yang ketat untuk menjamin kesehatan dan keamanan ikan,Sabtu (16/5).

Pantauan aplikasi digital Best Trust, beragam ikan yang dikirim terdiri dari 2.222 ekor ikan kerapu cantang, 1.568 ekor ikan kerapu cantik, 1.050 ekor ikan kerapu macan, 1.010 ekor ikan kerapu bakau, 980, ikan kerapu gepeng, 2.311 ekor ikan kerapu sunu, 965 ekor ikan kerapu pasir, 208 ekor ikan kerapu ringau, dan 1.421 ekor ikan kakatua.

“Ekspor ekor ikan hidup dapat meningkatkan perekonomian nelayan yang berada disekitar Natuna. Potensi ikan bernilai tinggi mendongkrak perputaran keuangan di daerah perbatasan sehingga mata pencaharian nelayan terus menggeliat,” ujar Kepala Karantina Kepri, Hasim.

Lebih lanjut, Hasim menjelaskan tahapan pemeriksaan karantina berlangsung dengan teliti dan cermat, pertama dengan melakukan pemeriksaan administratif dengan melihat invoice dan packing list yang diajukan oleh pengguna jasa. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat kebenaran dan keabsahan dokumen persyaratan.

“Nanti disandingkan antara packing list dan invoice dengan permohonan yang diajukan. Untuk ekspor ikan hidup memang harus teliti dan hati-hati. Kita tidak mau ada kesalahan dalam setiap prosedurnya” ungkap Hasim, dalam keterangannya.

Selanjutnya, jelas Hasim, melakukan pemeriksaan kesehatan media pembawa dengan melakukan pemeriksaan klinis dan pengambilan sampel untuk pengujian laboratorium dengan target Red Seabream Iridovirus Disease dengan metode pengujian Polymerase Chain Reaction atau PCR.

Karantina Kepulauan Riau menjamin kesehatan dan keamanan ikan hidup yang akan diekspor dengan tahapan pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan dengan metode tersebut.

“Hasil pengujian negatif, sehingga dapat dipastikan semua ikan yang dikirim dalam keadaan sehat dan tidak adanya Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK). Kemudian diterbit Health Certificate For Fish And Fish Product (KI-1)” ungkap Hasim.

Sepanjang 2026, Kabupaten Natuna telah melakukan ekspor sebanyak tiga kali dengan tujuan Hongkong. Beragam ikan hidup telah dikirim dan selama ini setiap Health Certificate (HC) yang diterbitkan Karantina Kepri diterima oleh negara tujuan dan tidak mengalami penolakan atau NNC. Ini membuktikan pelaksanaan tindakan Karantina telah berjalan sesuai prosedur.

Menutup keterangan pers Hadim sampaikan, janji layanan Karantina Kepri di Natuna menjadi tonggak penting dalam memberikan jaminan kesehatan dan keamanan sehingga ikan hidup dapat sampai ditujuan. “Dengan prestasi ini, menjadi kekuatan dan harapan agar seluruh potensi perikanan Natuna dapat menembus pasar internasional,”

Recent Posts

Tinjau Peserta TIH, Menaker Minta Buktikan Keunggulan Produk

MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta peserta Talent and Innovation Hub (TIH) memastikan…

2 jam yang lalu

Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana

MONITOR, Jakarta - Di tengah bentang Samudra Hindia, Pulau Siberut di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra…

14 jam yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Subkultur Pesantren Menjadi Identitas dalam Sistem Pendidikan Nasional

MONITOR - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Suwendi, M.Ag., menegaskan bahwa…

19 jam yang lalu

Analis: Listyo Sigit di KSP Perkuat Perspektif Keamanan dalam Pengawalan Pembangunan

MONITOR, Jakarta - Perpindahan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari posisi Kapolri ke Kepala Staf…

19 jam yang lalu

Panen Padi Temanggung Tembus 10,2 Ton/Ha, Komisi IV DPR dorong Pemupukan Berimbang

MONITOR, Temanggung - Produktivitas padi di demplot seluas 5 hektare di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto,…

20 jam yang lalu

Kemenhaj–Kemendagri Padankan Data Jemaah Haji, Pastikan Antrean Lebih Akurat

MONITOR, Jakarta - Dalam upaya meningkatkan akurasi, transparansi, dan kualitas pelayanan ibadah haji, Menteri bersama…

1 hari yang lalu