POLITIK

Maneger Nasution: Din Syamsudin Cendekiawan Muslim Kontemporer

MONITOR, Jakarta – Tuduhan radikal yang dialamatkan kepada Prof. Din Syamsudin membuat banyak kalangan geram. Faktanya, eks Ketua Umum PP Muhammadiyah itu justru dikenal dan memiliki kontribusi sangat besar dalam sektor moderasi beragama dan pluralisme.

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI, Maneger Nasution, pun kecewa atas tuduhan yang disampaikan kelompok GAR ITB beberapa waktu lalu. Menurutnya, kelompok tersebut bahkan belum memahami seutuhnya makna radikal itu sendiri.

Maneger mengatakan makna kata radikal itu sendiri boleh jadi berkonotasi jelek dan bermakna negatif. Oleh karena itu, eks Komisioner Kommas HAM RI ini menilai tuduhan tersebut tak berdasar, pasalnya Din pernah juga bicara di PBB, terkait dengan bagaimana Indonesia membangun relasi yang sangat harmonis, kemudian meningkatkan kohesivitas sosial didasarkan pada Pancasila dan UUD 1945.

“Hemat saya, semua orang bisa mendengar ceramah beliau di PBB, itu ada di youtube, silakan saja. Masih terekam dengan bagus,” tegas Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah ini, Kamis (18/2/2021).

Maneger yang merupakan Wakil Ketua Komisi Hukum dan HAM MUI Pusat ini mengaku sangat mengenal dekat sosok Din Syamsuddin, apalagi mantan Ketua Umum MUI tersebut merupakan seniornya di IMM, Pemuda Muhammadiyah, dan Muhammadiyah serta di MUI.

Di bidang akademis, Maneger juga mengaku pernah diajar oleh Din Syamsuddin saat menempuh studi di Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah. Din kala itu mengajarkan Islam yang sangat modern, terutama tentang pemikiran Islam kontemporer.

“Nah, pemikiran Islam kontemporer yang diajarkan itu diantaranya ada toleransi, ada dialog, ada civil society, HAM dalam perspektif Islam, dan seterusnya. Karena itu, saya paham betul bagaimana pemikiran dan gerakan Din Syamsuddin,” pungkas eks Ketua Umum DPD IMM Sumatera Barat ini.

Menurutnya, Din Syamsuddin selama ini dikenal sebagai orang yang membangun dialog lintas iman, lintas peradaban, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional.

Recent Posts

Kemenhaj Imbau Jemaah Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk…

3 jam yang lalu

Rusia, Victory Day, dan Mimpi Pax Russica

Oleh: Boy Anugerah* Setiap tanggal 9 Mei, Rusia melakukan “ritual” rutin kenegaraan yang diselenggarakan di Moskow…

3 jam yang lalu

Kemenperin Dukung IKM Ambil Peran dalam Hilirisasi Industri Buah Tropis

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat program hilirisasi industri nasional yang tidak hanya menyasar…

4 jam yang lalu

Kemnaker Gelar Seleksi Kerja Penyandang Disabilitas Tuli bersama Dunia Usaha

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan menyelenggarakan seleksi kerja bagi penyandang disabilitas Tuli melalui pertemuan langsung…

4 jam yang lalu

Ramai Polemik Guru Honorer Berakhir Pada 2026, Legislator Usul Solusi Penyelesaian

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB Muhammad Khozin menyoroti ramainya polemik…

7 jam yang lalu

Legislator Minta Penanganan Polemik Nobar Film di Ternate Kedepankan Dialog

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyoroti pembubaran…

8 jam yang lalu