PERTANIAN

Dukung Kementan, Kabupaten Gunungkidul Targetkan Tanam Kedelai Varietas Unggul

MONITOR, Gunungkidul – Pusat Pelatihan Pertanian Dan Pedesaan Swadaya (P4S) Amulat Desa Bleberan Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul melakukan panen perdana kedelai jenis Dega-1. Hal ini merupakan upaya Pemkab Gunungkidul dalam meningkatkan ketersediaan kedelai dengan menggalakan penanaman kedelai baik di musim hujan maupun musim kedua dan musim kemarau.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Bambang Wisnu Broto saat dihubungi hari Senin (18/01) menjelaskan bahwa varietas Dega-1 merupakan kedelai unggul hasil persilangan kedelai jenis Grobogan dan jenis Malabar.

“Kedelai Dega-1 umur panen 70 hari, berbiji besar, dengan potensi hasil 3,1 ton per h,“ katanya.

Harapannya kedelai baru ini dapat disukai para petani. Dirinya sangat mengapreasi adanya panen kedelai di Bleberan yang mengawali musim panen kali ini.

Kepala seksi Produksi Tanaman Pangan HK Adinoto pun menjelaskan bahwa di Kalurahan Bleberan pada musim tanam kedua akan ditanami pengembangan kedelai 155 Ha di beberapa poktan Bleberan yang tersasar, sedang di Kapanewon Playen total akan ditanam 350 Ha kedelai. Persiapan agar segera dilaksanakan karena pertanaman musim kedua dimulai akhir Januari atau awal Febuari 2021 setelah tanaman musim pertama panen.

Secara keseluruhan pada musim tanam pertama di Gunungkidul tertanam 142 ha kedelai dan akan ditanam 3000 ha pengembangan kedelai bantuan pemerintah di musim kedua ini, ditambah dengan pertanaman swadaya diharapkan target produksi kedelai di Gunungkidul tahun 2021 sebesar 5000 ton bisa tercapai lanjut Adinoto.

Luas kedelai yang dipanen merupakan kebun percontohan. Hasil ubinan dari Kedelai Dega-1 menunjukkan hasil 2,8 ton berat polong atau jika dikonversi menjadi 1,55 ton wose. Hasil ini memang belum optimal dikarenakan ditanam secara tumpangsari dengan jagung dan ubi kayu. Meski demikian Sumari CW pengelola P4S mengatakan secara pendapatan akan lebih tinggi karena masih mendapat hasil dari jagung dan ubi kayu. Apalagi saat ini kedelai konsumsi mencapai harga RP 10.000,- per Kg.

Sementara itu, Sujaka, petugas POPT Kapanewon Playen menjelaskan bahwa beberapa tahun belakangan ini penanaman kedelai tidak banyak gangguan hama dan penyakit karena para petani sudah menerapkan prinsip prinsip PHT (Pengendalian Hama Terpadu) dengan mengurangi pestisida kimia dan menggalakan pestisida hayati ramah lingkungan sehingga musuh alami dapat berkembang dan terjadi keseimbangan populasi sehingga hama tidak merugikan karena populasi terkendali oleh musuh alami yang ada.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi menjelaskan, pihaknya saat ini tengah menggenjot produksi dalam negeri, langkah tersebut dilakukan untuk mengamankan stoknya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Di tahun ini Kementan sudah mempersiapkan lahan 325 ribu hektar untuk meningkatkan produksi kedelai di dalam negeri.

Lahan seluas 325 ribu hektar itu nantinya akan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, Suwandi menyebut beberapa lahan tersebut akan berada di Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Lampung, Jambi dan Banten.

“Kami akan tanam di sentra yang sudah ada,” kata Suwandi.

“Kita harapkan produktivitas bisa ditingkatkan, selama ini kuncinya ada di benih. Dengan pengawalan ketat jadi tanamnya di lahan kering sebagian tumpang sari dengan jagung kemudian tebu dan juga di tanaman kelapa sawit yang sebelum 4 tahun,” terangnya.

Recent Posts

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

MONITOR, Yogyakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia menekankan pentingnya penguatan pelindungan…

1 jam yang lalu

Prodi K3 Polteknaker Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes

MONITOR, Jakarta - Program Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker)…

17 jam yang lalu

Kemenhaj Gelar CAT PPIH 2027 Non Nakes Serentak, Gandeng BKN untuk Perkuat Transparansi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam pelaksanaan Computer…

1 hari yang lalu

Rektor UID Buka PBAK 2026, Tekankan Adab, Prestasi, dan Kontribusi Mahasiswa

MONITOR, Depok - Universitas Islam Depok (UID) resmi membuka rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan…

2 hari yang lalu

Menaker: Kunci Wirausaha Bukan Sekadar Dapat Pelanggan, tapi Menjaga Hubungan

MONITOR, Bandung Barat – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan salah satu kunci keberhasilan dalam berwirausaha…

3 hari yang lalu

Kemenperin Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Insiden Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang…

3 hari yang lalu