Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah
MONITOR, Jakarta – Masuknya Prabowo Subianto didalam lingkaran kekuasaan Istana disesalkan oleh politisi senior, Fahri Hamzah. Pasalnya, Ketua Umum Partai Gerindra itu tak mampu berbuat apa-apa terhadap serangkaian peristiwa yang terjadi di republik ini.
Sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo seharusnya mampu memanfaatkan kekuasaannya untuk mengajak pemerintah melakukan rekonsiliasi terhadap para pihak oposisi. Namun Fahri melihat, justru saat ini kalangan militer secara aktif memusuhi kelompok yang dinilai ‘mengancam’ pemerintah.
Fahri pun kecewa, Prabowo hanya diam membisu melihat rentetan peristiwa tersebut terjadi.
“Kekecewaan pertama saya titipkan kepada pak Prabowo yang tidak nampak menggunakan celah yang ada untuk mendamaikan keadaan. Padahal, beliau adalah jantung kekuatan oposisi. Harusnya sebagai pejabat polkam beliau bisa mengajak pemerintah merangkul oposisi bukan memusuhinya,” ucap Fahri kecewa, Kamis (24/12).
Eks Wakil Ketua DPR RI ini menegaskan, seharusnya Prabowo dapat mendampingi Presiden Jokowi untuk menjelaskan bagaimana keadaan iklim demokrasi Indonesia saat ini.
Akan tetapi, harapan itu masih ada. Ya, Politikus asal Sumbawa ini berharap masuknya Prabowo dan mantan pasangannya di Pilpres 2019 Sandiaga Salahuddin Uno di lingkaran Istana bisa mengakhiri ketegangan yang terjadi. Misalnya, dengan menginisiasi tindakan rekonsiliasi.
“Kita titip ini kepada Prabowo dan Sandiaga Uno yang telah memilih berada di dalam,” imbuh Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini.
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama Republik Indonesia mempertegas komitmennya dalam membawa pendidikan Islam ke panggung…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat daya saing industri nasional melalui peningkatan layanan jasa…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus memacu proses pemvisaan jemaah haji…
MONITOR, Jakarta - Kinerja industri pengolahan nasional pada awal tahun 2026 tetap menunjukkan ketahanan dan…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya penguatan tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Pertanian menyatakan kebijakan pembatasan impor unggas dan telur oleh Otoritas Pangan…