POLITIK

Polemik Perang Dunia III, Mahfuz Sidik: Dunia Menanti Kabar Terbaru Serangan Amerika ke Iran

MONITOR, Jakarta – Ketua Komisi I DPR 2010-2016 Mahfuz Sidik mengatakan, dunia saat ini menantikan kepastian rencana serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran, apakah benar-benar terjadi atau tidak. Karena serangan tersebut, berpotensi memicu terjadinya perang dunia (PD) III.

“Masalah ini sangat aktual menjadi perbincangan banyak pihak, yang sering dinanti adalah kabar terbaru dari situasi ini, yaitu serangan Amerika ke Iran yang berpotensi memicu terjadinya perang dunia ketiga,” kata Mahfuz Sidik.

Hal itu disampaikan Mahfuz Sidik, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik dengan tema ‘Serangan ke Iran: Benarkah Ambang Pintu Perang Dunia III, Jumat (20/2/2026) malam.

Menurut Mahfuz, Iran masuk di dalam tujuh negara yang harus dihancurkan, dilumpuhkan secara politik dan militer untuk kepentingan mewujudkan Israel sebagai kekuatan paling besar dan penjamin kepentingan Barat di kawasan Timur Tengah (Timteng).

Hal itu terungkap dalam dokumen yang dibocorkan mantan Panglima Nato Jenderal Wesley Clark, bahwa Gedung Putih mengagendakan  untuk melancarkan perang militer terhadap tujuh negara dalam 5 tahun pasca serangan 11 September 2001 ke AS.

“Secara definitif negara yang disebut itu adalah Irak, Suriah, Libanon, Libya, Somalia, Sudan, dan Iran. Ini tujuh negara yang dalam dokumen itu sebagai target dari perang secara militer,” ungkap Mahfuz.

Mahfuz menilai dari tujuh negara yang belum bisa dilumpuhkan secara militer dan politik, saat ini tinggal Iran saja. Enam negara lainnya sudah bisa dikuasai, bahkan situasi negaranya nyaris porak poranda seperti Libya dan Suriah.

Dokumen tersebut, saat ini dilanjutkan oleh Presiden AS Donald Trump.  Trump akan menggunakan berbagai cara untuk mewujudkan keinginannya menyerang Iran. 

Trump menganggap Iran sebagai pendukung terorisme global, sehingga AS mengumandangkan ‘global war terrorism’, yang disebutnya sebagai pendekatan baru di era perang dingin.

Dokumen lainnya, yang dijadikan dasar Trump untuk menyerang Iran adalah dokumen yang disusun oleh satu tim politisi senior, advisor senior di Washington DC untuk Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu.

“Dokumen tersebut, mereposisi peta Timur Tengah dan menjadikan Israel sebagai kekuatan paling dominan di Timur Tengah. Dan Iran sebagai ‘the last stone of the region’, sebagai batu terakhir yang masih menjulang kokoh di kawasan Timur Tengah, yang menjadi ancaman bagi Israel,” katanya.

Mahfuz menilai strategi yang dijalankan Trump tersebut, menjadi tantangan dan ancaman besar bagi dunia. Sebab, Iran berbeda dengan enam negara yang telah dilumpuhkan AS sebelumnya.

“Iran ini punya nuklir, punya rudal balistik, pasukan garda revolusinya sangat kuat dekat dengan Rusia dan China yang siap untuk membantu Iran. Iran juga menguasai Selat Hormuz, kalau ditutup jalur distribusi dunia akan terganggu,” ujarnya.

Bahkan Iran mengancam akan menyerang seluruh pangkalan militer AS di Timteng.  Belum lagi Iran juga didukung kelompok poros perawanan di Timteng seperti Houthi di Yaman, Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Gaza, Palestina. 

“Amerika dan Israel sedang berhadap-hadapan dengan Iran hari demi hari. Mereka sedang menghitung kapan dimulai peperangan. Jika mereka nekat, maka bisa dipastikan serangan Amerika dan Israel ke Iran ini akan menjadi pemantik bagi terjadinya perang dunia ketiga,” tegasnya.

Ia menegaskan, publik AS juga semakin sadar bahwa kebijakan politik Amerika di bawah kepemimpinan Trump saat ini merupakan refleksi dari kepentingan Israel, bukan kepentingan Amerika, sehingga tidak memiliki legitimasi secara politik.

“Nah, apa yang harus dilakukan Indonesia? Saya kira Indonesia harus mengkalkulasi secara hati-hati, tidak boleh terjebak dalam politik aliansi. Kemudian memitigasi risiko, jika perang ini betul-betul terjadi. Karena salah satu faktornya kita masih punya ketergantungan terhadap impor minyak,” pungkasnya.

Recent Posts

Mahasiswa UIN Jakarta dan UI ungkap Model Keberlanjutan Wakaf Rumah Sakit di GLOW 2026

MONITOR, Jakarta - Integrasi tata kelola syariah dan model bisnis hibrida menjadi kunci keberlanjutan wakaf…

11 jam yang lalu

Kemnaker Buka Seleksi Administratif Calon Hakim Ad Hoc PHI hingga 22 November

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengumumkan pembukaan Seleksi Administratif Calon Hakim Ad Hoc Pengadilan…

14 jam yang lalu

Teken MoU, Kemenag dan Al-Azhar Buka Peluang Double Degree hingga Riset Bersama

MONITOR, Jakarta — Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dan Universitas Al-Azhar Asy-Syarif, Mesir, memperkuat kemitraan…

16 jam yang lalu

Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Tingkatkan Kewaspadaan di Tengah Situasi Timur Tengah

MONITOR, Jakarta - Menyikapi perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah akhir-akhir ini, Kementerian Haji…

1 hari yang lalu

Multatuli Justice Law Firm Lebak Dorong Kesadaran Hukum dan Akses Pendampingan bagi Masyarakat

MONITOR, Lebak — Multatuli Justice Law Firm hadir di Kabupaten Lebak, Banten, untuk memberikan pelayanan…

1 hari yang lalu

Disamarkan sebagai Makanan Ringan, 1.728 Kuda Laut Kering Digagalkan di Bandara RHF

MONITOR, Tanjungpinang - Sebanyak 1.728 ekor kuda laut kering dengan berat total 6,5 kilogram ditemukan…

1 hari yang lalu