HUKUM

Bebas dari Cekal, HRS Klaim Punya Dokumen Perjanjian dengan BIN

MONITOR, Jakarta – Pemerintah Indonesia tidak bisa berbuat macam-macam ataupun mencekal kedatangan Imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, ke Indonesia. Kabarnya, ulama karismatik yang baru pulang dari Arab Saudi tersebut dinilai bukan orang sembarangan alias orang “sakti”.

Kesaktian yang dimiliki Habib Rizieq, yakni dirinya mengaku mempunyai dokumen perjanjian dengan Badan Intelejen Negara (BIN).

“Jadi waktu di Arab Saudi, pihak kepolisian atau intelejen disana pernah bertanya, apa benar anda punya masalah dengan intelejen negara anda sehingga anda dikejar-kejar. Saya jawab kalau saya tidak punya masalah dengan Badan Intelejen Indonesia,” cerita Rizieq seperti dilansir dalam tayangan Front TV.

Lanjut Rizieq, pihak kepolisian dan intelejen Arab Saudi pun tak mau menerima begitu saja penjelasannya, mereka meminta bukti bahwa dirinya tak punya masalah dengan intelejen Indonesia.

“Saya perlihatkan bukti dokumen perjanjian saya dengan BIN, yang juga saya terjemahkan dalam bahasa Arab,” terangnya.

Kendati demikian, Rizieq mengaku belum bisa membuka isi dokumen yang dimaksud.

“Saya pikir belum perlu saya buka, kecuali dalam keadaan darurat dokumen tersebut saya tunjukan,” tegasnya.

Ia menegaskan, ketika dirinya menunjukkan dokumen perjanjian dengan BIN, pihak polisi Arab Saudi kaget. Mereka terheran karena Rizieq dinilai memiliki hubungan baik dengan intelejen Indonesia, justru dituduh macem-macem.

Diceritakan Rizieq, pihak Pemerintah Arab Saudi melalui pihak berwenangnya tak hanya mempertanyakan soal hubunganya dengan intelejen Indonesia, tapi mempertanyakan persoalan hukum yang menjeratnya di Indonesia.

“Saya jelaskan bahwa kasus hukum yang menimpa saya sudah SP3. Tapi kalau saya kasih surat SP3 kepada polisi dan intelejen disana mereka tidak akan paham apa isinya dan apa maksudnya. Maka kita terjemahkan dalam bahasa Arab, kita buat dokumen resmi,” ujar Rizieq.

Setelah semua diserahkan dalam dokumen resmi berbahasa Arab. Akhirnya pihak kepolisian dan intelejen Arab Saudi pun meyakini kalau dirinya memang sudah terbebas dari jeratan hukum.

“Jadi setelah membaca SP3 saya, pihak polisi dan intelejen disana kaget. Mereka bilang anda sudah dikatakan bebas, kok masih dinyatakan bersalah,” pungkasnya.

Recent Posts

Waisak 2026, Menag: Dharma Menjaga Perdamaian Dunia

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha menjadikan peringatan Hari Tri…

36 menit yang lalu

Wamenhaj: Fase Armuzna Tuntas, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Telah Tinggalkan Mina

MONITOR, Mina — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa…

5 jam yang lalu

Panen Raya Jagung GNTI, Rokhmin Dahuri: Modernisasi Pertanian Kunci Kedaulatan Pangan

MONITOR, Pesawaran, Lampung - Transformasi pertanian Indonesia tidak bisa lagi bertumpu pada cara-cara konvensional semata.…

8 jam yang lalu

Dari Gedung Juang, Semangat UMKM Kabupaten Bekasi Tumbuh dan Berkembang

MONITOR, BEKASI – Gedung Juang Tambun bukan sekadar bangunan bersejarah. Di tempat yang menjadi simbol…

18 jam yang lalu

Panen Ikan dan Jagung di Lampung Selatan, Prof Rokhmin: Ketahanan Pangan Harus Dimulai dari Desa

MONITOR, Lampung Selatan - Upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan dari…

1 hari yang lalu

Gelar Pelatihan Vokasi Batch 2, Kemnaker Buka Pendaftaran untuk 24 Kejuruan

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan daya…

1 hari yang lalu