Satgas Pohon melakukan perampingan pohon di Jalan Proklamasi, Kota Depok. (Foto: istimewa)
MONITOR, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terus meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan pohon yang rawan tumbang. Bahkan, sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga menambah personel atau Satuan Tugas (Satgas) Pohon.
“Kalau hari biasanya, kami siagakan 10 orang, tapi selama musim hujan ini ditambah lagi 10 orang. Jadi, totalnya 20 orang untuk kegiatan rutin. Sedangkan, 10 orang lainnya untuk yang standby 24 jam atau penanganan yang sifatnya insidentil,” kata Kepala DLHK Kota Depok Ety Suryahati saat dikonfirmasi di Balaikota, Jumat (06/11).
Dikatakannya, 10 personel tambahan tersebut merupakan Tim Siram DLHK yang setiap harinya bertugas menyiram tanaman milik Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Namun, saat musim hujan, Tim Siram dialihkan ke Tim Pohon.
“Kami alihkan, karena Satgas Pohon butuh perbantuan. Untuk personel yang piket selama 24 jam, jumlahnya masih sama yaitu 10 orang,” terangnya.
Ety menuturkan, terdapat beberapa upaya yang dilakukan guna mengantisipasi pohon tumbang. Antara lain, perampingan pohon yang sudah rimbun serta pengecekan pohon secara berkala.
“Beberapa lokasi pohon yang rawan tumbang yaitu di Jalan Juanda, Jalan Margonda, Jalan Raya Bogor, Jalan M. Yasin Kelapa Dua, Jalan Bahagia Raya Sukmajaya dan lain-lain. Kami minta warga waspada terhadap potensi pohon tumbang,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta - Mahkamah Konstitusi menggelar sidang pendahuluan pengujian formil Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026…
MONITOR, Sukabumi – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperluas penerapan metode Pertanian Modern Advance Agriculture System…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) India,…
MONITOR, Malang - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI, Prof.…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut hangat kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM)…
MONITOR, Malang - Kehadiran Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menjadi tonggak penting dalam…