MEGAPOLITAN

Cerita Pasien RS di Depok Tidak Dilayani Maksimal hingga Pemkot Turun Tangan

MONITOR, Depok – Pasien bernama Ny. Wukirsari, warga Depok Mulya 1, Kel. Beji Depok harus mengalami kesalnya pelayanan kesehatan di RS Bhakti Yudha Depok yang masih belum maksimal saat pasien membutuhkan rujukan.

Seperti dituturkan Wukrisari saat ia masuk RS sejak Rabu siang (21/10/2020) karena keluhan sesak nafas dan demam. Keluhan tersebut sudah diutarakan kepada dokter jaga, dan diberi penanganan dengan infus dan oksigen. Namun karena kondisi kesehatan naik dan turun, pasien tersebut tetap berada di ruang IGD.

Hingga Kamis malam (22/10/2020), pihak keluarga pasien tersebut diberitahu jika RS Bhakti Yudha tidak memiliki fasilitas lengkap dan sebaiknya dirujuk ke RS Tarakan.

Namun menurut suami pasien, Hendrata masalahnya rujukan itu harus menggunakan ambulans swasta Medika dengan tarif dipatok Rp 4 juta agar bisa diterima di RS rujukan.

“Pihak RS Bhakti Yudha beralasan tidak menyediakan ambulans,” katanya, Kamis malam (22/10/20).

Hendrata yang juga merupakan jurnalis senior tersebut mengatakan dari keterangan dokter jaga RS Bhakti Yudha, petugas ambulans swasta itu diklaim punya jalur khusus ke RS Tarakan.

“Itu ada jalurnya hubungan sendiri tim ambulans, supaya diterima di sana. Kami tak bisa menjamin pasien diterima di rs rujukan,” ucap Hendrata menirukan perkataan dokter jaga.

Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, yang sedang maju menjadi paslon 01, kaget mendengar munculnya objekan ambulans swasta itu.

“Wah nggak benar itu, kami akan urus soal ini. Pelayanan kesehatan warga Depok itu bukan mainkan duit, apalagi dalam kondisi sakit,” ungkapnya.

Pradi malam itu juga mengusahakan ambulans untuk mengevakuasi pasien. Sebab, jelang tengah malam pasien diberitahu harus segera dan setengah dipaksa meninggalkan RS Bhakti Yudha. Mereka mengabarkan RS Fatmawati sebagai tujuannya.

“RS udah kasih tahu, malam ini harus pergi ke RS Fatmawati. Padahal saya masih bisa jalan, sholat dan duduk. Saya minta menunggu besok harinya, sambil hasil swab test keluar apakah saya covid atau bukan,” ujar Ny. Wukirsari via pesan singkat.

Sejak Kamis malam Pemkot Depok merespon persoalan ini dengan melakukan koordinasi dengan RSUD dan RSUI. Dua rumah sakit rujukan pasien terduga covid.

Pjs. Walikota Depok Dedi Supandi melalui Kadiskominfo Sidik Mulyono menghubungi Direktur RSUD Depok Dr. Devi Maryori dan menyiapkan ambulans serta ruang perawatan.

Namun karena sudah tengah malam dan kondisi pasien kelelahan, evakuasi ditunda Jumat siang sambil menunggu hasil swab test.

“Kami menyiapkan prosedur evakuasi medis apapun hasil swab test pasien ke RSUD, agar ditangani dengan baik. Pak Pjd Walikota minta pasien dirawat maksimal sampai sembuh,” ujar Sidik Mulyono.

Recent Posts

Menteri Agama Ajak Masyarakat Jabodetabek Hadiri Doa Kebangsaan 1 Agustus di Monas

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat, khususnya di wilayah Jabodetabek, untuk menghadiri…

1 jam yang lalu

Pembangunan Rumah Ke-1 Type 36 Semi Permanen TMMD Ke-129 Kodim 1807 Capai 68 Persen

MONITOR, Sorong Selatan – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026 Kodim…

2 jam yang lalu

Kemenperin Tumbuhkan Wirausaha Baru Industri di Kawasan Transmigrasi

MONITOR, Kementerian Perindustrian proaktif mendukung pengentasan kemiskinan melalui pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis…

2 jam yang lalu

Perputaran Dana Judol Turun, Waka Komisi I DPR Dorong Penanganan Makin Disiplin

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta menyambut baik tren penurunan perputaran dana…

4 jam yang lalu

Kemenperin dan UNIDO Percepat Transformasi Kawasan Industri Hijau

MONITOR, Jakarta - Kawasan industri kini tidak lagi dinilai hanya dari kelengkapan infrastruktur atau kemudahan…

9 jam yang lalu

Menaker: Dialog Sosial Jadi Kunci Penyelesaian Isu Ketenagakerjaan

MONITOR, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan dialog sosial merupakan kunci dalam menyelesaikan berbagai…

11 jam yang lalu