Pengamat Pemilu dan Demokrasi Titi Anggraini (dok: infopemilu)
MONITOR, Jakarta – Hari pertama masa kampanye pilkada 2020 sudah dimulai pada Sabtu, 26 September 2020 kemarin. Agenda kampanye ini sudah dilakukan di 270 daerah penyelenggara Pilkada.
Terkait hal ini, Pengamat Pemilu Titi Anggraini mengatakan semua rangkaian pilkada harus diawasi oleh elemen masyarakat. Pasalnya, agenda kampanye rapat umum, konser musik, panen raya, porseni, dan lain-lain sudah dilarang.
Akan tetapi, lanjut Titi, pertemuan terbatas dan tatap muka dengan peserta maksimal 50 orang masih dibolehkan dengan syarat prokes.
“Selalu awasi dan waspada. Masa kampanye pilkada 2020 cukup panjang, 71 hari. Masih dimungkinkan pertemuan maksimal 50 orang,” ujar Titi Anggraini mengingatkan, Sabtu (26/9).
Eks Direktur Eksekutif Perludem ini mengingatkan, kemungkinan besar potensi pelanggaran dan kecurangan pilkada bakal terjadi. Untuk itu, perlu adanya kontrol dari publik terhadap penyelenggaraan pilkada ini.
“Oleh karena itu mungkin saja ada potensi pelanggaran protokol kesehatan oleh mereka yang berkumpul. Durasi yang panjang juga bisa menggoda oknum melakukan pelanggaran dan kecurangan. Tetap waspada!
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat sinergi dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dalam upaya…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Srikandi Jasa Marga menggelar kegiatan Inspira…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk meraih tiga penghargaan pada ajang TOP CSR…
Oleh: Asep Rizal Murtadho* Partisipasi politik dalam proses elektoral mengandalkan keterlibatan seluruh komponen, termasuk masyarakat…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen mengawal penyelesaian perselisihan hubungan industrial dan penegakan norma…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan secara…