Saraswati Dukung Korban Pelecehan Seksual di Tangsel

Saraswati akan mendukung apapun langkah yang diambil S

Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Rahayu Saraswati, sedang berbincang dengan korban pelecehan seksual S di rumahnya, Serua, Ciputat, Tangsel, Banten, Jumat (4/9/2020). (Istimewa)

MONITOR, Jakarta – Setelah mendaftar ke KPUD Tangerang Selatan (Tangsel), Calon Wakil Wali Kota Rahayu Saraswati, mengunjungi korban pelecehan seksual S di Serua, Ciputat, Tangsel, Banten, Jumat (4/9/2020). 

Dalam pertemuan tersebut, Saraswati memberikan dukungan moril dan juga menyampaikan komitmen pribadinya untuk mendukung apa pun keputusan S dalam menindaklanjuti laporannya ke pihak berwajib.

Saraswati juga bisa memahami apabila S tidak melanjutkan laporan karena aspek intimidasi yang telah dialaminya selama proses pelaporan berlangsung. 

“Saya hadir dan menemui Ibu S untuk memberikan dukungan, karena Ibu S sudah dipanggil polisi terkait laporannya. Kalau beliau mau lanjut, saya akan mendukung,” ungkap Saraswati yang mendampingi Muhamad sebagai calon Wali Kota Tangsel. 

Saraswati menyesalkan adanya upaya penyelesaian secara damai yang justru mengandung unsur intimidasi dan manipulasi oleh oknum yang tak bertanggungjawab.

“Saya diberi tahu ada proses perdamaian yang mengandung intimidasi oleh oknum, saya menyesalkan hal ini,” ujarnya yang juga keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu.

Saraswati berharap semua pihak yang bertanggungjawab memberikan perlindungan kepada korban dapat menjalankan tugasnya sebaik mungkin dan bagi oknum-oknum yang mengambil kesempatan dalam kesengsaraan para korban harus ditindak.

Saraswati juga mengimbau kepada rekan-rekannya di DPR untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kejahatan Seksual (RUU PKS). 

“RUU PKS segera disahkan dan sangat dibutuhkan saat ini, sehingga para pelaku pelecehan seksual seperti yang dialami Ibu S tidak lepas dengan mudah dan atas dasar hukuman yang tidak berdasarkan unsur kekerasan seksual,” katanya.