PERTANIAN

Petani di Maros Terima Bantuan 4 Unit Traktor Roda Empat

MONITOR, Sulsel – Untuk mendukung pertanian di Kelurahan Bajubodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa 4 unit traktor roda empat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap, bantuan ini bisa membuat semangat para petani semakin bertambah.

“Alat dan mesin pertanian sudah tidak bisa dipisahkan dari pertanian. Karena penggunaan alsintan bisa meningkatkan produksi. Selain itu, dengan alsintan pengelolaan pertanian menjadi lebih efektif,” tutur Mentn SYL, Rabu (26/08/2020).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengatakan penggunaan alsintan bisa dilakukan dari hulu sampai hilir.

“Mekanisasi pertanian sudah menjadi piihan banyak petani. Karena alsintan bisa membantu pertanian dari hulu sampai hilir. Dari proses pengolahan lahan dengan traktor, menanam, panen, hingga pengemasan pascapanen, semua bisa dilakukan dengan alsintan,” terangnya.

Dengan alsintan, pertanian menjadi lebih efektif. Sebab, waktu produksi menjadi lebih singkat sedangkan losses sangat berkurang.

“Misalnya, dengan cara konvensional pengolahan lahan membutuhkan waktu berhari-hari. Tapi dengan menggunakan alsintan jenis traktor roda 2 atau traktor roda 4, proses olah lahan hanya membutuhkan waktu beberapa jam. Jauh lebih singkat,” ujarnya.

Bantuan alsintan untuk Kelurahan Bajubodoa, Kecamatan Maros Baru, diterima oleh Kelompok Tani (Poktan) Tomarunang. Hadir dalam penyerahan itu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, dan Kodim 1422/Maros.

Ketua Kelompok Tani Tomarunang, Hasanuddin, mengucapkan rasa terima kasihnya atas bantuan traktor ini. Karena bisa dimanfaatkan anggota kelompok. Hasanuddin menambahkan, dengan bantuan ini, ia akan berupaya mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya.

“Kami akan berusaha mencapai hasil, karena ini sangat membantu sekali, jadi tenaga yang dikeluarkan tidak terlalu banyak, dan waktunya tanamnya bisa lebih cepat,” ujarnya.

Dandim 1422/Maros, Letkol Inf Budi Rahman mengatakan, hal ini merupakan bentuk dukungan ke petani, khususnya di Tomarunang. Sebab hasil panen dari petani setempat yang melimpah.

“Ini merupakan bantuan langsung dari Kementrian RI, karena sebelumnya jumlah produksi panen di wilayah ini melebihi daerah lainnya,” ujarnya.

Recent Posts

GODF 2026 Qingdau, Prof Rokhmin beberkan Potensi Akuakultur RI dan Tantangan Pembiayaan

MONITOR - Indonesia memiliki potensi ekonomi akuakultur yang diperkirakan mencapai US$210 miliar per tahun, namun…

6 jam yang lalu

Ekoteologi Kampus PTKIN Terus Mendapat Pengakuan Nasional, Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

MONITOR, Jakarta – Ekosistem pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama kembali menorehkan tinta emas…

9 jam yang lalu

BM PAN Konsolidasikan Pengurus 2026–2031, Slamet Ariyadi Serukan Satu Komando

MONITOR, Jakarta - Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) menggelar Meet and Greet Pengurus…

14 jam yang lalu

Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat, TNI Perkuat Pengamanan Dan Kejar Pelaku

MONITOR, Jakarta - Kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan aksi kekerasan terhadap masyarakat…

16 jam yang lalu

Kementerian UMKM Dampingi Usaha Menengah Menuju IPO melalui RISE TO IPO 2026

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong usaha menengah untuk…

17 jam yang lalu

Prof Rokhmin Dahuri Tinjau Industri Perikanan Modern China, Dorong Penguatan Ekonomi Biru Indonesia

MONITOR, QINGDAO, CHINA - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin…

19 jam yang lalu