Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag
MONITOR, Jakarta – Ekosistem pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama kembali menorehkan tinta emas di kancah nasional. Jajaran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sukses mendominasi dan memborong berbagai penghargaan bergengsi dalam ajang pengumuman kampus hijau terkemuka, UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026, yang diselenggarakan di Auditorium Graha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (15/9).
Ajang UI GreenMetric 2026 ini mencatatkan partisipasi masif yang diikuti oleh 2.016 universitas dari 110 negara di tingkat global. Khusus di Indonesia, partisipasi terus mengalami lonjakan signifikan dari yang semula hanya 22 perguruan tinggi pada tahun 2010, kini meroket menjadi 217 perguruan tinggi yang tersebar di 27 provinsi pada edisi 2026.
Mengukir kebanggaan tersendiri, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung sukses mendobrak dominasi kampus-kampus umum dengan menempati peringkat kedelapan nasional. Kampus ini berhasil mengungguli Telkom University di peringkat kesembilan dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang menggenapi jajaran elite di peringkat kesepuluh.
Di tengah sengitnya kompetisi skala nasional tersebut, keberhasilan UIN Raden Intan Lampung menjadikannya sebagai satu-satunya perwakilan dari Pulau Sumatera di jajaran 10 besar Indonesia. Atas capaian tersebut, UIN Raden Intan Lampung secara resmi dinobatkan sebagai Peringkat Pertama Perguruan Tinggi Islam Paling Berkelanjutan di Indonesia di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.
Menyusul di Peringkat Kedua PTKIN adalah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berhasil menempati posisi ke-15 nasional, diikuti oleh UIN Raden Fatah Palembang di Peringkat Ketiga yang mengamankan posisi ke-21 nasional.
Prestasi bergengsi juga diukir oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang bertengger di peringkat ke-31 nasional. Kampus ini secara khusus dianugerahi penghargaan istimewa sebagai Perguruan Tinggi dengan Peningkatan Kinerja Keberlanjutan Substantif Terbaik di Indonesia.
Deretan prestasi ini semakin disempurnakan dengan penyerahan sertifikat kepatuhan dan rating bagi kampus PTKIN lainnya. Kampus tersebut antara lain UIN Salatiga, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, UIN Syekh M. Djamil Djambek Bukittinggi, UIN Sumatera Utara Medan, hingga UIN Imam Bonjol Padang.
Transformasi hijau yang masif di lingkungan perguruan tinggi keagamaan ini sejalan dengan gagasan ekoteologi yang dicanangkan oleh Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar. Melalui paradigma ekoteologi ini, pelestarian lingkungan hidup (hifdz al-bi’ah) tidak lagi dipandang sekadar sebagai program fisik semata.
Lebih dari itu, hal tersebut dihayati sebagai bagian tak terpisahkan dari nilai-nilai spiritual dan manifestasi ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Gagasan inilah yang kini menjadi ruh dan budaya baru bagi pengembangan tata kelola kampus-kampus Islam di Indonesia.
Menanggapi pencapaian bersejarah ini, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag, menyoroti bahwa pengakuan nasional ini adalah bentuk keberhasilan integrasi paradigma tersebut ke dalam tata kelola perguruan tinggi keagamaan secara nyata.
“Ini membuktikan bahwa kualitas PTKIN kita telah bertransformasi secara holistik. Pengakuan dari UI GreenMetric, di mana kampus kita seperti UIN Raden Intan Lampung bisa menembus 10 besar nasional bersama UI, Undip, dan UGM, menegaskan bahwa tata kelola kampus-kampus kita merupakan wujud konkrit dari ekoteologi yang kita galakkan. Teologi pelestarian lingkungan ini telah kita integrasikan secara langsung ke dalam kebijakan operasional dan budaya di lingkungan Pendidikan Islam,” ujar Prof. Amin Suyitno.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A, menegaskan komitmen direktoratnya untuk terus mendorong inovasi serupa.
Terlebih, pengumuman skala nasional di UGM ini merupakan pemantik semangat yang tepat sebelum pengumuman skor lengkap dan pemeringkatan tingkat dunia (International Rankings) yang akan diselenggarakan di Azerbaijan pada minggu depan.
“Keberhasilan UIN Raden Intan Lampung, UIN Jakarta, UIN Palembang, serta penghargaan istimewa yang diraih UIN Sunan Kalijaga menjadi benchmark yang sangat baik bagi seluruh kampus. Kami di Diktis akan terus mengawal dan memberikan dukungan strategis agar ke depan, semakin banyak PTKIN yang masuk dalam radar pemeringkatan nasional dan internasional sebagai kampus percontohan yang hijau dan berkelanjutan,” pungkas Prof. Sahiron.
Pencapaian kolektif PTKIN pada UI GreenMetric 2026 ini bukan sekadar angka di atas kertas. Melalui kolaborasi, inovasi tata kelola, dan komitmen keberlanjutan yang masif, PTKIN secara konsisten terus berkontribusi dalam mewujudkan visi Pembangunan Global Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.
Sebagai informasi tambahan, persaingan papan atas secara nasional tahun ini berlangsung sangat ketat dengan deretan kampus terkemuka yang berhasil menempati jajaran sepuluh besar Perguruan Tinggi Paling Berkelanjutan di Indonesia. Posisi puncak pemeringkatan nasional tahun ini diraih oleh Universitas Indonesia (UI), disusul oleh Universitas Diponegoro (Undip) di peringkat kedua, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di peringkat ketiga.
Selanjutnya, peringkat keempat ditempati oleh Universitas Negeri Semarang (Unnes), lalu berturut-turut Universitas Sebelas Maret (UNS) di posisi kelima, Universitas Padjadjaran (Unpad) di posisi keenam, dan Universitas Airlangga (Unair) di posisi ketujuh.
UI GreenMetric World University Rankings adalah inisiatif pemeringkatan perguruan tinggi pertama di dunia yang mengukur komitmen institusi dalam pengembangan infrastruktur kampus yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penyelenggaraan pemeringkatan tingkat nasional tahun 2026 yang diikuti oleh 217 perguruan tinggi ini sukses diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada (UGM), dan secara resmi telah diserahterimakan kepada Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang akan bertindak sebagai tuan rumah pada tahun 2027 mendatang.
MONITOR, Jakarta - Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) menggelar Meet and Greet Pengurus…
MONITOR, Jakarta - Kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan aksi kekerasan terhadap masyarakat…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong usaha menengah untuk…
MONITOR, QINGDAO, CHINA - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin…
MONITOR, Jakarta – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan pentingnya kompetensi sumber daya manusia…
MONITOR - Bagi Nursyahwa Syakila, Al-Qur’an bukan sekadar bacaan. Sejak usia 7 tahun, ayat-ayat Al-Qur’an…