Kisah Penyelam Selamatkan Ikan Pari Manta di Perairan Pulau Tunda

Penyelam Selamatkan Ikan pari manta di Perairan Pulau Tunda (Foto: Istimewa)

MONITOR, Jakarta – Seorang penyelam dan aktivis konservasi laut, Aimanudin berhasil menyelamatkan seekor ikan Pari Manta (Mobula birostris) salah satu spesies ikan pari terbesar di dunia yang tertangkap jaring nelayan di Pulau Tunda, Kota Serang, Banten. Pari Manta merupakan jenis ikan berukuran besar yang kerap mengundang penasaran bagi para penyelam.

Menurut Aiman, Pari Manta ditemukan berenang menghampiri kapal nelayan dalam kondisi lemas, mereka menduga Pari Manta sedang kurang baik kesehatannya. Ketidaktahuan nelayan bahwa Pari Manta adalah salah satu biota laut yang dilindungi, akhirnya mencoba menaikan Pari Manta ke atas kapal dan membawanya ke pantai.

“Beruntung saya dan tim yang pada saat kejadian berada di lokasi menghampiri nelayan tersebut dan langsung melakukan pengecekan. Kondisinya masih hidup dan ditemukan luka memar di bagian mata sebelah kiri dan mulut bagian luar,” ungkap Aimanudin, kepada Monitor.co.id, Kamis (4/6/2020).

Pari Manta termasuk jenis ikan yang terancam punah. Lembaga konservasi dunia IUCN (International Union for Conservation of Nature) telah menempatkan pari manta dalam kelompok vulnerable. Pari manta juga termasuk dalam daftar apendiks II CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

“Kami meminta nelayan untuk segera melepaskan kembali dan menggiring Pari Manta berenang hingga ke tengah laut. Perkiraan lebar tubuh Pari Manta itu mencapai 1,8 meter dan berat sekitar 25 kilogram,” tandasnya.

Dirjen Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Aryo Hanggono yang mendapatkan laporan kemunculan Pari Manta di sekitar Pulau Tunda mengatakan, hal itu merupakan fenomena langka. Pari Manta merupakan spesies kharismatik yang umumnya ditemukan di perairan karang, gosong karang atau di dekat gunung-gunung karang.

“Di Indonesia sering ditemukan di perairan karang yang masih relatif baik dan belum banyak terganggu oleh aktivitas penangkapan, seperti di Pulau Weh-Aceh, Nusa Penida-Bali, Raja Ampat-Papua Barat, Pulau Komodo-NTT, Derawan-Kaltim, dan Teluk Cenderawasih-Papua,” jelas Aryo,

Sejak zaman Menteri Susi Pudjiastuti, Pari Mantan sudah dicatat sebagai aset wisata bahari.

“Sebagai langkah antisipasi, KKP melalui Kepmen KP Nomor 04 Tahun 2014 telah menetapkan sebagai jenis ikan yang dilindungi penuh,” pungkas Aryo.