Categories: MEGAPOLITAN

Beredar Informasi 27 Warga Depok Masuk PDP, Sekda: Itu Hoaks

MONITOR, Depok – Warga Depok dihebohkan dengan beredarnya informasi 27 warga Depok yang menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Puluhan warga yang dikabarkan PDP itu dikabarkan tersebar di enan kecamatan. Tak hanya itu, dari 27 warga tersebut, satu diantaranya dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Setelah ditelisik, merebaknya kabar data tersebut bersumber dari website resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yakni pikobat.jabarprov.go.id.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Hardiono membantah kebenaran informasi tersebut.

“Itu hoax. Saya sudah cek ke Dinas Kesehatan (Dinkes Kota Depok) mereka nggak pernah memberikan data itu,” kata Hardiono kepada wartawan, Senin (16/3) sore WIB.

Hardiono mengatakan, dirinya tidak mengetahui dari mana data tersebut didapatkan dan bahkan terpampang di website resmi Pemprov Jabar.

“Saya nggak mengerti mereka dapat data itu dari mana. Yang pasti saya tegaskan bahwa itu hoax, tidak benar,” katanya.

Bicara fakta, Hardiono memaparkan bahwa saat ini Pemerintah Kota Depok telah memiliki data akurat yang menyatakan bahwa di kotanya untuk PDP hanya berjumlah 5 orang.

“Yang satu dinyatakan negatif, dan empat lagi belum terkonfirmasi artinya masih dilakukan pengawasan,” ujarnya.

Saat ini, jelas Hardiono untuk Kasus 1 dan Kasus 2 sudah dinyatakan sembuh dan telah berada di rumahnya di kawasan Sukmajaya, Depok.

Kepada Diskominfo Kota Depok Sidik Mulyono juga menyatakan hal yang sama terkait tidak benarnya kabar terkait 27 warga Depol masuk PDP.

“Kami dapat pastikan kabar itu tidak benar. Sampai dengan hari ini Depok bukanlah wilayah yang menjadi penyebaran virus corona,” tuturnya.

Dengan beredarnya kabar ini, Sidik mengajak masyarakat dan semua pihak untuk saling bekerjasama untuk tidak begitu saja percaya pada informasi yang belum pasti dan mengecek kebenarannya sebelum menyebarkan informasi melalui akun sosial media.

“Saling memberikan informasi yang valid agar masyarakat tenang, aman dan nyaman dalam melaksanakan kegiatan sehari hari,” katanya.

Recent Posts

Menaker: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal oleh AI

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengingatkan pekerja/buruh dan pengusaha agar tidak berhenti pada hubungan…

4 jam yang lalu

GNTI Salurkan Bibit Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

MONITOR, Serang - Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian…

8 jam yang lalu

Lonjakan Arus Libur Paskah 2026, Jasa Marga Catat 210 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

MONITOR, Jakarta – Momentum libur panjang Wafat dan Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah) mendorong peningkatan signifikan volume…

8 jam yang lalu

Prof Rokhmin: Ketahanan Pangan adalah Benteng Terakhir Daya Tahan Bangsa

MONITOR - Pakar kelautan sekaligus tokoh nasional, Prof Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa pangan bukan sekadar…

9 jam yang lalu

Wamen UMKM: Diplomasi Maritim Dorong Produk UMKM Tembus Pasar Global

MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendukung pelayaran muhibah KRI Bima…

12 jam yang lalu

Donor Darah Serentak Wanita TNI dan Dharma Pertiwi Pecahkan Rekor MURI, Libatkan 13 Ribu Lebih Pendonor

MONITOR, Jakarta – Aksi kemanusiaan berskala nasional yang digelar Wanita TNI bersama Dharma Pertiwi berhasil mencetak…

15 jam yang lalu