Kabar Haji

Wamenhaj: Tahun Ini, Haji Afirmatif Fokus Lindungi Perempuan dan Lansia

MONITOR, Jakarta – Visi utama penyelenggaraan haji 2026, yakni haji yang berkeadilan, berempati, dan berpihak kepada kelompok rentan, khususnya perempuan dan lansia, merupakan hal pokok yang wajib dipahami dan dihidupkan oleh seluruh petugas haji.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat memimpin apel pagi dalam agenda Diklat PPIH Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Sabtu (24/1/2026).

Dalam arahannya, Wamenhaj mengajak seluruh petugas untuk kembali meneladani pesan Rasulullah SAW pada saat menjalankan Haji Wada, atau haji terakhir Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

“Kalau kita membaca sejarah, kita ingat sekali salah satu pesan utama dari Haji Wada. Dalam khutbah tersebut, Rasulullah SAW secara tegas menyampaikan pesan kepedulian: jaga dan muliakan perempuan-perempuan kalian,” ujar Wamenhaj.

Pesan luhur tersebut, menurutnya, menjadi landasan penting dalam perumusan kebijakan dan layanan haji Indonesia tahun 2026. Selain program Haji Ramah Lansia, pemerintah juga secara serius mengusung tema Haji Ramah Perempuan sebagai afirmasi nyata dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Data jemaah haji Indonesia menunjukkan bahwa lebih dari 55 persen jemaah adalah perempuan, sementara sekitar 25 persen jemaah masuk kategori lansia, dan sebagian besar dari kelompok lansia tersebut juga merupakan perempuan. Fakta ini menuntut kehadiran layanan haji yang lebih sensitif, protektif, dan berperspektif gender.

“Tahun ini, atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto, Bapak Menteri menegaskan bahwa haji harus menjadi haji yang afirmatif—berpihak kepada perempuan dan berpihak kepada lansia,” tegasnya.

Sebagai bentuk konkret dari kebijakan tersebut, komposisi petugas haji tahun 2026 juga mencerminkan keberpihakan itu. Wamenhaj mengungkapkan bahwa 33 persen petugas haji tahun 2026 adalah perempuan, jumlah terbesar sepanjang sejarah perhajian Indonesia.

“Ini bukan angka simbolik. Ini adalah yang tertinggi dalam sejarah. Kehadiran petugas perempuan sangat penting untuk memastikan jemaah perempuan dan lansia mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan bermartabat,” ucap Wamenhaj.

Wamenhaj pun berharap seluruh peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 tidak hanya memahami tugas secara teknis, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Haji Wada Rasulullah SAW sebagai ruh pelayanan kepada jemaah, sehingga penyelenggaraan haji 2026 menjadi humanis, berkeadilan, dan penuh kepedulian.

Recent Posts

IPW Dukung Kapolri Perkuat Layanan Publik, Dorong Akses Langsung ke Kapolda dan Kapolres

MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) mendukung langkah Kapolri Jenderal Suyudi dalam memperkuat pelayanan…

2 jam yang lalu

Wamenaker Tekankan Pentingnya Pelatihan dan Akses Kerja bagi Anak Muda

MONITOR, Surabaya — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya pelatihan kerja yang sesuai dengan…

11 jam yang lalu

Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum…

12 jam yang lalu

Kementerian UMKM Segera Salurkan Banpres Rehabilitasi Usaha Mikro Terdampak Bencana Sumatera

MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan penyaluran Bantuan Presiden (Banpres)…

12 jam yang lalu

Kemnaker Verifikasi Mitra Penyelenggara MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memverifikasi perusahaan dan instansi pemerintah yang mendaftar sebagai mitra…

21 jam yang lalu

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027 Berhak Lunas, Cek Status dan Siapkan Kesehatan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengumumkan daftar nama jemaah haji reguler yang…

22 jam yang lalu