BERITA

Ibu Kota Bakal Pindah, Dua Cawagub ini Setuju Jakarta Ditata Ulang

MONITOR, Jakarta – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta dari Partai Gerindra Ahmad Riza Patria setuju perlunya penataan ulang Jakarta setelah kota ini tidak lagi menjadi ibu kota.

Menurutnya, selama ini, banyak yang hanya berpikiran permasalahan yang ada di Jakarta dianggap selesai kalau ibukota dipindah. Walaupun secara fisik, bisa namun menurutnya kenyataannya problem Jakarta tetap harus diselesaikan secara holistik.

“Jakarta sekarang sudah menjadi miniatur Indonesia. Hampir pasti semua warga Jakarta yang harusnya pindah ke ibu kota baru, tapi enggan pindah dan masih mau di Jakarta. Jadi sebenarnya Jakarta tidak ada perubahan yang signifikan ketika ibu kota baru sudah siap,” sebut Cawagub yang akrab disapa Ariza ini dalam diskusi yang digelar Partai Demokrat Jakarta yang bertajuk “Nasib Jakarta Pasca Ibukota Pindah” Bambu Apus, Jakarta Timur, Selasa (25/2)

Dikatakannya, dari sisi fasilitas kota Jakarta tetap lebih menarik perhatian dibandingkan Ibu Kota baru. Untuk itu sebagai cawagub, Riza sepakat perlunya tata ulang kawasan Jakarta. Ia sepakat bila Jakarta tetap pada kawasan ekonomi khususnya, yang memiliki kewenangan lebih untuk menata kota jauh lebih besar.

“Saya setuju harus ada ekonomi khusus. Jakarta harus bisa menyaingi Singapura, menjadi kota bisnis, kota riset, kota jasa dan kota wisata,” imbuhnya.

Ditempat yang sama cawagub DKI Jakarta dari PKS, Nurmansjah Lubis menilai selain tata ulang kota, Jakarta juga perlu dibranding ulang. Salah satu caranya, kata dia, dengan mewujudkan yang disebut Greater Jakarta.

Konsep Jakarta sebagai mantan ibu kota dilakukan dengan penataan secara besar besaran dan melibatkan kawasan sekitarnya. yakni Tangerang, Tangerang Selatan, Depok dan Bekasi menjadi Greater Jakarta.

“Mindset rebranding Jakarta perlu dilakukan pasca 2024 atau pasca ibu kota dipindah secara keseluruhan. Perbaikan infrastruktur, jasa dan pariwisata. Mau tak mau harus membuat proposal Jakarta Greater,” jelas cawagub yang akrab disapa Bang Ancah ini.

Ia menilai dengan menyatukan kawasan penyangga menjadi Greater Jakarta penyelesaian persoalan Jakarta akan disinkronkan antara satu wilayah dengan wilayah lain. Bagaimana Depok Tangerang, Tangsel, Bekasi menyelesaikan persoalan kotanya secara bersama. Sebab kalau tidak begini, menurut dia akan sangat sulit menyelesaikan masalah Jakarta sendiri.

Akan tetapi dia menegaskan, walaupun wilayah itu masuk dalam Greater Jakarta, tetapi secara administrasi mereka tetap memiliki wilayah sendiri.

“Ini tanpa mengganggu wilayah administrasi mereka,” terangnya.

Dengan usulannya ini, Nurmansyah yakin, Jakarta bukan hanya mulai memperbaiki dan menata ulang dirinya sendiri, namun juga menyelesaikan problem di sekitar Jakarta yang sebenarnya ikut menyumbang persoalan di Jakarta.

“Jakarta saat ini sudah dalam capaian baik dalam hal transportasi, teknologi smart city, tapi kalau soal banjir belum ketemu. Padahal banyak langkah dilakukan pencegahan banjir. Ini harus dilakukan bersama daerah penyangga,” pungkasnya.

Recent Posts

Kemenhaj Minta Jemaah Umtah Tenang Atas Terdampaknya Penerbangan Akibat Abu Vulkanik

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan,…

16 jam yang lalu

Kementan Ajak Alumni Peternakan Jadi Penggerak Hilirisasi dan Kesejahteraan Peternak

MONITOR, Purwokerto – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi…

17 jam yang lalu

Panen Demplot Pupuk Hayati Cair Organik di Kabupaten Bandung Naikkan Produksi Padi

MONITOR, Bandung – Para petani di Ciparay Kabupaten Bandung sumringah. Produksi padi yang menerapkan pupuk…

20 jam yang lalu

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

MONITOR, Yogyakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia menekankan pentingnya penguatan pelindungan…

1 hari yang lalu

Prodi K3 Polteknaker Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes

MONITOR, Jakarta - Program Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker)…

2 hari yang lalu

Kemenhaj Gelar CAT PPIH 2027 Non Nakes Serentak, Gandeng BKN untuk Perkuat Transparansi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam pelaksanaan Computer…

2 hari yang lalu