Panas Polemik Revitalisasi Kawasan Monas

MONITOR – Monumen Nasional (Monas ) dikenal telah menjadi paru-paru Ibu Kota selama puluhan tahun terakhir ini. Di Monas tak sulit jika ingin menjumpai ratusan peponanan yang rindang.

Namun, di awal tahun 2020 ini ada pemandangan yang berbeda. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta sedang gencar melakukan revitalisasi Monas.

Sayangnya, Revitalisasi Monas membuat ratusan pohon-pohon yang sebelumnya menghiasai taman bagian selatan tugu Monas kini ditebang.

Widget Situasi Terkini COVID-19



Kontroversi kian mengemuka saat DPRD DKI Jakarta mengklaim ada sejumlah kejanggalan pada proyek tersebut. Saat melakukan inspeksi mendadak, Komisi B DPRD menyebut masa kerja hanya 50 hari sejak 12 November 2019

Tak hanya itu saja, Revitalisasi Monas pun juga kontroversi di dunia maya. Hingga menyebut Revitalisasi Monas menuai banyak polemik.

Pertama Masih Soal Ratusan Pohon yang Ditebang. Sebagai tahap awal pelaksanaan revitalisasi, Dinas Cipta Karya, Tata Ruan dan Pertanahan DKI membangun Plaza Selatan Monas. Untuk proyek di lahan seluas 34.841 meter per segi itu, 190 pohon ditebang. Sebagian Monas yang dulu rindang pun menjadi gersang.

Penebangan ini memicu polemik. Pemprov DKI dianggap mengorbankan lahan hijau demi pembangunan infrastruktur. Terkait tudingan ini, DKI memastikan mereka tidak menebang, melainkan merelokasi di lahan parkir IRTI.

Kedua, Menghabiskan Anggaran Rp114,47 Miliar. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengakui ada anggaran untuk merevitalisasi Monas sebesar Rp114,47 miliar. Namun dia menegaskan bahwa anggaran itu bukan untuk penebangan pohon.

Ketiga, Telah Mengadakan Gelar Sayembara Desain. Untuk menata Monas dan kawasan Medan Merdeka, Gubernur Anies melibatkan publik dengan menggelar sayembara desain pada 2018. Sayembara ini diikuti 26 profesional di bidang arsitek dan interior. Pada Januari 2019, enam pemenang diumumkan Anies.

Ke empat MRT Jakarta pun Ikut Andil. Tidak hanya Pemprov DKI Jakarta, MRT Jakarta juga turut menebang sebagian kecil pohon di Monas. Sebanyak 92 pohon mereka tebang untuk kepentingan pembangunan gardu listrik proyek MRT fase II. Kendati demikian, MRT menegaskan 92 pohon akan diganti dengan 920 pohon baru.

Kelima, Kontraktor Dianggap Tak Meyakinkan. Pemenang tender proyek Plaza Selatan Monas yakni PT Bahana Prima Nusantara beralamat di Jalan Nusa Indah, Ciracas, Jakarta Timur. Namun DPRD DKI meragukan kapabilitas kontraktor tersebut.

Terlebih, waktu pengerjaan dianggap molor dari jadwal. Merespons keraguan itu, DKI menepisnya. Pemprov memastikan kontraktor memiliki perpanjangan waktu pengerjaan hingga tiga bulan sesuai kontrak.

Revitalisasi kawasan Monas merupakan bagian dari Rencana Induk Penataan Rencana Tapak Kawasan Medan Merdeka. Pelaksanaan revitalisasi dilakukan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta. Target pengerjaan selama tiga tahun atau rampung pada 2021. Kita doakan saja ya, semoga revitalisasi ini ke depannya akan bermanfaat bagi warga Jakarta.