POLITIK

Warga Jakarta Ancam Gugat Anies Soal Banjir, Ini Sikap Gerindra

MONITOR, Jakarta – Pasca banjir kemarin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus siap-siap menghadapi gugatan warga Jakarta yang merasa dirugikan karena dampak banjir.

Melihat hal ini, Partai Gerindra sebagai partai pendukung Anies saat Pilkada Jakarta menyatakan tidak akan menghalang-halangi langkah warga Jakarta yang akan melakukan gugatan terhadap Pemprov DKI melalui Class Action tersebut.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta Syarif, mengatakan, Gerindra mendukung warga menggugat Pemprov DKI, asalkan gugatan tersebut tidak disertai dengan adanya muatan politik.

“Selama gugatan tersebut tidak ditumpangi agenda politik, kami di Gerindra tidak mempersalahkan,”ungkap Syarif kepada wartawan di Gedung DPRD DKI.

Bahkan menurut Syarif, langkah class action yang akan dilakukan watga Jakarta atas kerugian dari dampak banjir merupakan langkah tepat, ketimbang melakukan cara-cara lain seperti Demontrasi atau hal lainnya.

“Kami kira menggugat Anie dengan menggunakan cara Class Action itu lebih elegan dan menunjukan masyarakat modern. Tidak ada komplain, tidak ada protes,”ungkapnya

“Ketimbang nyiyir terus menerus, fitnah atau turun ke jalan raya. Bagus begitu (Class Action),”sambungnya.

Dijelaskan Syarif, Class Action merupakan hak bagi warga negara. Aksi tersebut pun dilindungi oleh undang-undang. Karena itu, Class Action merupakan langkah yang mesti diterapkan masyarakat di era modern ini.

Namun demikian meski mendukung class action, Syarif meminta, gugatan tersebut tak dilakukan saat ini. Mengingat, Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah sibuk melakukan pembenahan dan recovery di daerah-daerah terdampak banjir.

“Kalau sekarang sih, saya kira mending sama-sama menggalang dana untuk bantuan korban banjir,”pungkasnya

Diketahui, hingga saat ini, sekitar 600 warga bakal menggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke pengadilan karena mengalami kerugian akibat banjir yang terjadi pada awal tahun 2020. Dari 600 warga yang terlapor, 186 orang menyampaikan total nilai kerugian akibat banjir mencapai Rp 43,32 miliar.

Recent Posts

Apresiasi Diklat PPIH 2026, DPR Ingatkan Melayani Jemaah Tugas Utama

MONITOR, Jakarta - Komisi VIII DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan…

41 menit yang lalu

UIN Siber Cirebon Tembus 23 Besar PTKIN Terbaik Versi Webometrics 2026

MONITOR, Jakarta - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon masuk dalam 23 besar…

2 jam yang lalu

PELNI Catat Angkutan Peti Kemas Tumbuh Menjadi 13.142 TEUs Sepanjang 2025

MONITOR, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) membukukan kinerja positif dalam penugasan angkutan barang sepanjang…

5 jam yang lalu

UIN Sumatra Utara Raih Peringkat 1 Nasional Kinerja Riset Versi SINTA

MONITOR, Jakarta - Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara mencatatkan prestasi akademik tingkat nasional setelah…

7 jam yang lalu

ASDP Tutup Layanan Nataru, Penumpang Tumbuh dan Kepuasan Publik Sangat Tinggi

MONITOR, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi menutup penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun…

12 jam yang lalu

DPR: KUHP dan KUHAP Baru Jamin Aktivis Tak Bisa Asal Dipenjara

MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menjelaskan reformasi hukum pidana dengan terbitnya…

15 jam yang lalu