Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka (dok: Liputan6)
MONITOR, Jakarta – Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota Solo melalui PDI Perjuangan. Pengusaha martabak ‘Markobar’ ini mendatangi kantor DPD PDIP Jawa Tengah, Kamis (12/12).
Belakangan, sebuah lembaga survei Media merilis data terbarunya mengenai Pilkada Solo. Hasilnya, Gibran masih kalah populer dibandingkan Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, yang juga dicalonkan oleh DPC PDIP Surakarta.
“Hanya ada dua nama popularitas di atas yang lain. Achmad Purnomo 94,5 persen dan kedua Gibran 82,3 persen, sisanya semua di bawah 50 persen,” ujar Direktur Utama Median Rico Marbun saat jumpa pers.
Dari sisi elektabilitas, Gibran juga masih kalah dari Purnomo. Achmad Purnomo meraih 45 persen elektabilitas. Sementara suami Selvi Ananda itu hanya mendapat 24,5 persen.
Mengenai majunya Gibran di Pilkada Solo, inisiator Partai Gelora Fahri Hamzah justru khawatir dengan reputasi Presiden Jokowi. Ia menilai, Jokowi memiliki potensi prestasi yang moncer di akhir periode nanti.
Ia pun menyarankan Gibran agar maju di Pilkada setelah 2024, ketika masa jabatan Jokowi sebagai Presiden selesai. Menurutnya, majunya Gibran dalam waktu dekat ini bisa merusak reputasi bapaknya.
“Sebaiknya Gibran maju paling cepat setelah 2024,” ujar Fahri memberikan saran, Selasa (17/12).
“Kalah atau menang di Solo akan merusak reputasi bapaknya. Padahal harusnya reputasi presiden berakhir moncer pada periode akhir,” tambahnya meyakinkan.
MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…
MONITOR, Jakarta - Sejumlah masa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita (KoMPAS) menggelar…
MONITOR, Cirebon - Bantuan ayam petelur kepada kelompok ternak harus menjadi modal awal untuk membangun…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil…
MONITOR, Bali – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa Kredit…
MONITOR, Jakarta -Wakaf produktif perlu dikembangkan dari praktik filantropi keagamaan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, pendidikan,…