BERITA

Demo Polri, Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita Tuntut Pembersihan Oknum dan Penegakan Sistem Merit

MONITOR, Jakarta – Sejumlah masa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita (KoMPAS) menggelar aksi Mimbar Bebas di depan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta, pada Jumat (30/10/2026).

Aksi ini digelar guna menyuarakan desakan pembersihan internal Korps Bhayangkara dari oknum bermasalah demi mengembalikan kepercayaan publik dan memantapkan penegakan Sistem Merit.

Aksi yang dimulai pada pukul 14.00 WIB tersebut diisi dengan orasi ilmiah serta panggung aspirasi rakyat. KoMPAS menilai bahwa gagasan ‘Polisi Bersama Masyarakat’ serta komitmen pembenahan internal di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto harus dikawal secara konsisten, terutama dalam menerapkan kebijakan manajemen aparatur yang objektif dan berintegritas sebagaimana diamanatkan UU Nomor 5 Tahun 2014.

“Tagline ‘Polisi Bersama Masyarakat’ bukan sekadar slogan kosong, melainkan asa mendalam rakyat Indonesia akan kembali tegaknya marwah Tri Brata. Di tengah upaya pembenahan internal menuju sistem merit yang adil dan transparan, harapan rakyat terancam oleh masih tersisanya oknum-oknum yang rekam jejaknya melukai rasa keadilan publik,” ungkap juru bicara KoMPAS, Amri Loklomin, di lokasi aksi.

Salah satunya, KoMPAS secara khusus menyoroti keberadaan Kombes Pol Ferli Hidayat yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri.

Amri menyampaikan, Ferli Hidayat memiliki rekam jejak kelam berkaitan dengan Tragedi Kanjuruhan Malang.

“Pembiaran terhadap oknum-oknum bermasalah di dalam struktur kepolisian dinilai dapat merusak institusi Korps Bhayangkara dari dalam serta mengkhianati prinsip-prinsip reformasi Polri,” ujarnya.

Melalui panggung Mimbar Bebas ini, KoMPAS menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pimpinan Polri:

  1. Pembersihan Internal Polri: Mendesak penindakan tegas dan penyingkiran oknum-oknum bermasalah, termasuk Kombes Ferli Hidayat, dari posisi strategis kepolisian.
  2. Penegakan Sistem Merit secara Komprehensif: Memastikan tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) Polri dilakukan secara adil, objektif, berlandaskan kualifikasi, kompetensi, dan integritas.
  3. Penyelamatan Reformasi Kepolisian: Mengembalikan peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang berkeadilan tanpa kompromi terhadap pelanggaran masa lalu.
    “KoMPAS menegaskan akan terus mengawal proses reformasi di tubuh kepolisian demi mewujudkan institusi Polri yang bersih, profesional dan dicintai masyarakat,” kata Amri.

Recent Posts

Prof Rokhmin: Bantuan Ayam Petelur Harus Jadi Modal Awal Kemandirian Usaha

MONITOR, Cirebon - Bantuan ayam petelur kepada kelompok ternak harus menjadi modal awal untuk membangun…

4 jam yang lalu

Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil…

6 jam yang lalu

Menteri UMKM: KUR Jadi Instrumen Perluasan Akses Modal Produktif UMKM

MONITOR, Bali – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa Kredit…

10 jam yang lalu

FISIP UIN Jakarta dan LW MUI Dorong Wakaf Produktif untuk Pemberdayaan Sosial

MONITOR, Jakarta -Wakaf produktif perlu dikembangkan dari praktik filantropi keagamaan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, pendidikan,…

24 jam yang lalu

Akademisi Ilmu Komunikasi Soroti Celah Pengawasan Pemilu di Era Digital

MONITOR, Konawe - Digitalisasi pemilu tidak otomatis menjamin integritas suara. Tanpa transparansi data, verifikasi berjenjang,…

1 hari yang lalu

IPW Dukung Kapolri Perkuat Layanan Publik, Dorong Akses Langsung ke Kapolda dan Kapolres

MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) mendukung langkah Kapolri Jenderal Suyudi dalam memperkuat pelayanan…

2 hari yang lalu